
SENTANI, PapuaSatu.com – Dihadapkan dengan kondisi geografis di wilayah kerjanya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi (KPw BI) Papua berkomitmen untuk terus menyediakan Uang Layak Edar (ULE) di seluruh wilayah.
Hal itu dilakukan melalui dua skema, yaitu skema kas titipan dan kas keliling, sehingga bisa menjangkau wilayah-wilayah yang tergolong daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Sebagaimana disampaikan Kepala KPw BI Papua, Warsono, bahwa BI Papua memiliki dua strategi utama untuk mendistribusikan uang ke daerah kerjanya, yang meliputi Provinsi Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
“Ya itu kita laksanakan namanya ada dua. Yang pertama kita melaksanakan kas titipan dengan beberapa bank yang ada di wilayah kita. Ada tujuh kas titipan. Nah itu nanti yang membantu mengedarkan uang di daerah tersebut,” ujar Warsono kepada wartawan di Hotel Suni Sentani, Jumat (3/7/2026).
Untuk daerah yang lebih terpencil lagi, pihaknya melaksanakan kas keliling luar kota.
“Yang itu dilakukan rutin juga oleh Bank Indonesia. Sampai ke Asmat, sampai ke Oksibil, sampai ke daerah-daerah 3T lainnya, itu kita cover untuk kas kelilingnya. Itu rutin,” sambungnya.
Dengan cakupan wilayah yang luas, menjadi tantangan tersendiri bagi BI untuk memastikan seluruh daerah tetap terlayani agar peredaran uang tetap lancar.

Warsono menyebut selain geografis, ditambah aksesibilitas yang hanya bisa ditempuh dengan angkutan udara, pihaknya juga dihadapkan dengan pemahaman masyarakat terkait ciri-ciri Keaslian, kebersihan dan keutuhan uang rupiah.
“Terus yang kedua, rasanya kita perlu terus meningkatkan literasi masyarakat tentang CBP, tentang uang yang layak edar itu seperti apa. Sehingga kalau punya uang lusuh, ya, pas Bank Indonesia ada di sana, segera ditukarkan. Itu kita dorong terus,” pungkasnya.
Dan dari cacatan PapuaSatu.com, KPw BI Papua juga menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) yang bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut, sebagai strategi menjangkau wilayah pesisir Papua dan provinsi lain yang masuk wilayah kerjanya.
Seperti pelaksanaan ERB pada Bulan Mei 2025 dengan menggelar kegiatan kas keliling di 5 pulau yang termasuk dalam kawasan 3T (Terdepan, Terluar, Terpencil), yaitu Pulau Bromsi, Pulau Padaidori, Pulau Bras, Pulau Numfor, dan Pulau Yapen.
Dalam ekspedisi yang digelar selama tujuh hari (16-22 Mei 2025), Bank Indonesia Papua mengedarkan uang sebesar Rp. 14,8 milyar.
Warsono menyebut, ekspedisi yang cukup berhasil dalam tiga kali digelar BI Papua akan kembali dilaksanakan di Tahun 2026 ini.[yat]










