Kedepankan Comerciale Value, EO FDS Mulai Bersih-Bersih Lokasi

Kedepankan Comerciale Value, EO FDS Mulai Bersih-Bersih Lokasi

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Festival Danau Sentani (FDS), yang rencananya digelar di Pantai Kalkhote, Sentani pada 19 Juni, merupakan tahun kesepuluh digelarnya oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura.

Pihak Event Organiser (EO) akan memberikan tampilan berbeda dibanding sebelumnya, maupun bila dibadingkan  dengan iven serupa di Papua, yakni diformat dengan tanpilan pre event, event dan post event.

Dan sebagai persiapannya menjelang pelaksanaan yang tinggal hitungan hari, Senin (4/6) kemarin pihak EO mulai melakukan pembersihan lokasi.

“Hari Seni dan Selasa kita kerja bhakti pembersihan lokasi, dan ditargetkan H-3 semua sudah siap 100 persen,” ungkap CEO PT ayojalanjalan.com, Muhammad Syafaat yang dipercayakan sebagai event organiser (EO) pada FDS 2018, saat dihubungi PapuaSatu.com mellaui pesan whatsapp, kemarin.

Dikatakan, pada FDS 2018 kali ini mengedepankan comerciale value.

“Jadi para industri harus terlibat, masyarakat harus terlibat, yang melaksanakan juga para profesional, bahkan banyak dari industri harus terlibat didalam melaksanakan event ini,” ungkapnya dalam kesempatan mempromosikan FDS dalam acara buka puasa bersama PHRI di Hotel Sahid Papua, baru-baru ini.

Comerciale value sering dilupakan oleh pihak penyelenggara iven serupa, akibatnya hal-hal yang lebih menarik lama-lama akan hilang.

Dengan tetap mengedepankan bahasa lokal, yaitu knambay umbay sebagai tag line, di era digital saat ini, pihak penyelenggara FDS 2018, lebih mengedepankan digital matketing berupa website maupun media sosial dalam mempromosikan ke masyarakat di Indonesia maupun dunia.

“Kita sudah masuk di era digital dan Fertival Danau Sentani sudah kita masukkan marketing digital melalui pesonapapua.id,” ungkapnya.

Dan setelah launching pelaksanaan FDS di Bali baru-baru ini, pihak EO gencar mempromosikan juga melalui Grab (taksi online), go jek, di Bali dan Jakarta maupun di kereta Jabodetabek.

“Kita ambil pesona papua, karena pariwisata itu tidak terkotak-kotak. Pariwisata itu kalau masuk ke Papua, ya harus seluruh Papua,” jelasnya.

Setelah dilakukan mobile branding, menurut Muhammad Syafaat, diketahui ternyata banyak orang sangat ingin tahu apa itu Papua, apa itu Jayapura dan kabupaten-kabupaten yang lainnya.

“Karena kami tampilkan semua, dari budayanya, dari kulinernya semua ada ceitanya,” ungkapnya.

Selain itu, juga digelar promotion tourism packet, atau paket wisata yang dikemas sedemikian rupa, sehingga menarik untuk dijual oleh agen-agen perjalanan yang bersedia bekerjasama.

“Kamin coba kemas sedemikian rupa, silahkan dari travel agen, hotels, maupun para operator tours, untuk memanfaatkan ini untuk jualan,” jelasnya.

Di iven FDS 2018 nanti, dikemas denfab variasi tampilan selama lima hari, sehingga diharapkan tidak hanya penuh pengunjung saat  pembukaan ataupun penutupan saja.

Yakni pada Senin (19/6/2018) yang merupakan opening seremoni, diisi dengan banyak tampilan yang bersifat traditional culture, dan pawai budaya.

Untuk Rabu (20/6/2018) penyelenggar FDS menyajikan aneka kuliner, yang akan diwarnai festival tokok sagu, kuliner Papua, juga ada lomba cipta menu pangan lokal.

Juga ada festival kopi Papua dan demo masak oleh chef nasional.

“Kami sudah undanf chef nasionalnya, nanti akan datang,” ungkapnya.

Dan di hari Kamis (21/6/2018), digelar lomba-lomba tradisional, pertunjukan seni budaya Papua dan bioskop rakyat.

Sedangkan hari Jumat (22/6/2018) digelar pertinjukan Papua original conser, yang akan tampil selama tiga jam.  “Itu pertunjukan seni budaya Indonesia, paguyuban juga ada di sana,” jelasnya. [loy]