Ketahanan Pangan Mampu Bertahan Dua Bulan, Jumlah Pembeli di Pasar Menurun

0
129
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Kepala Dinas Perindag Kabupaten Jayapura saat jumpa pers di media center

SENTANI, PapuaSatu.com – Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Jayapura, Tazrieb Thayib mengatakan, stok pangan di Kaupaten Jayapura dalam menghadapi masa pandemi covid-19 masih mampu bertahan hingga dua bulan kedepan.
Hal itu didasarkan pada jumlah produksi bahan sembako yang diproduksi dalam daerah maupun luar daerah.
Untuk ketersediaan sembako, terutama beras ada 1886 ton, gula pasir 150 ton, minyak goreng 566,18 ton, daging sapi 20 ton, daging ayam 237 ton, telur ayam 931 ton, susu 29 ton, sayuran 1499 ton, buah 1067 ton, ikan 1027 ton, bawang merah 42 ton , bawang putih 34, cabe rawit 73 ton, cabe kriting 23 ton.
“Berdasarkan naraca bahan makanan, ketersediaan beras kita saat ini 1886 ton, sementara kebutuhan perbulan hanya 815 ton. Berarti masih ada 1071 ton tersisa dari kebutuhan kita untuk sampai dua bulan kedepan,” jelas Tazrieb saat membeti ketetangan pers bersama Kepala Dinas Peternakan dan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Kabupaten Jayapura di Media Center Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jayapura, Kantor Bupati Jayapura Gunung Merah Sentani, Jumat ( 17/4/2020).
Untuk teluar ayam, ketersediaan saat ini 931 ton, sementara kebutuhan per bulan hanya 142 ton.
“Stok pangan kita dengan jumlah penduduk diperkirakan mencapai 170.5277 jiwa untuk dua bulan kedepan masih dipenuhi. Yang perlu diketahui lagi, kabupaten jayapura merupakan daerah penyuplai bagi daerah lain di pegunungan sehingga kekurangan stok pangan perlu juga diantisipasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jayapura, Yos Levie Yoku mengatakan, saat ini kondisi perdagangan baik jumlah pedagang maupun komoditi dan harga barang yang tersedia di pasar masih dalam kondisi normal.
Hanya saja setelah pandemi coronavirus, jumlah pembeli ataupun masyarakat yang berbelanja di pasar sedikit mengalami penurunan.
“Minggu pertama setelah penutupan akses transportasi dan pembatasan waktu beraktifitas, khusus harga beras Bulog masih tetap stabil Rp 12 ribu perkilo, beras premium Rp 15 ribu perkilo. Untuk stok gula sedikit berkurang tetapi juga mengalami kenaikan harga 200-500 rupiah dari harga normal 18 ribu, minyak goreng relatif normal,” pungkasnya.[yat]