Lima Bulan Alami Deflasi, BPS Sebut Ekonomi di Kota Jayapura Tetap Stabil

0
52
Bambang Wahyu Ponco Aji, SST, M.Si
Bambang Wahyu Ponco Aji, SST, M.Si

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Bulan Oktober 2019, merupakan bulan kelima secara beturut-turut sejak Bulan Juni 2019, Kota Jayapura mengalami deflasi.

Dan yang terakhir, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat, bahwa di Bulan Oktober 2019 Kota Jayapura mengalami deflasi -0,35 persen, lebih rendah dibanding Bulan September 2019, yang tercatat mengalami deflasi sebesar -1,26 persen.

Dan untuk inflasi tahunan, yang dibandingkan dengan Bulan Oktober 2018, Kota Jayapura mengalami inflasi 1,83 persen, dan relatif lebih rendah dibandingkan yoy Oktober 2018 yang sebesar 6,10 persen.

Dengan kondisi tersebut BPS Papua menyebut bahwa kondisi perekonomian sangat stabil dan masih dalam batas kendali pemerintah.

“Kenapa kita katakan stabil, karena kita mengacu pada target pemerintah, yaitu 3,5 plus minus 1, kalau masih di sekitar situ, artinya masih dalam kendali pemerintah,” jelas Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Papua, Bambang Wahyu Ponco Aji saat merelease berita resmi statistik di kantornya, Jumat (01/11/19).

Dikatakan, deflasi yang terjadi dalam lima bulan terakjir tersebut masih dalam kategori aman dan dalam kendali pemerintah.

“Kecuali kalu misalnya deflasi sampai dua digit (diatas 10 persen, red), itu artinya perlu penanganan serius,” jelasnya.

Inflasi yang paling mengerikan, dicontohkannya, seperti yang terjadi pada Tahun 1998 hongga 1999.

“Nah, yang diantisipasi jangan sampai terjadi seperti itu lagi,” ujarnya.

Dari data BPS Papua, bahwa untuk Kota Jayapura bulan Oktober 2019 yang tercatat memgalami deflasi -0,35 persen, masih relatif sama dengan bulan sebelumnya, dimana bulan sebelumnya mengalarni deflasi sebesar 1,26 persen.

Diantara faktor pemicu terjadinya deflasi adalah penurunan harga dengan besaran andil masing-masing yaitu: cabai rawit sebesar -0,255 persen, tarif angkutan udara sebesar -0,233 persen, bawang merah sebesar -0,067 persen, bawang putih sebesar -0,057 persen, tomat sayur sebesar -0,026 persen, cabal merah sebesar -0,021 persen, tomat buah sebesar -0,014 persen, daging ayam ras sebesar -0,013 persen, daging sapi sebesar -0,013 persen, kubis sebesar -0,012 persen, dan beberapa komoditas lainya.

Secara umum deflasi tersebut didominasi oleh pengaruh penurunan harga pada transportasi, komunikasi dan jasa keuangan yang memberikan andil sebesar -0,23 persen serta kelompok bahan makanan sebesar -0,17 persen terhadap total deflasi di Kota Jayapura.[yat]