
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Papua Bulan Mei 2018, mengalami penurunan 0,05 persen dengan indeks NTP sebesar 91,73.
“Penurunan terjadi karena perubahan indeks harga diterima petani (It) lebih kecil dari indeks harga dibayar petani (Ib),” ungkap Kepala Bidang Statistik Distribusi, BPS Papua, Bambang Wahyu Ponco Aji saat merilis berita resmi statistik di kantornya, Senin (4/6/2018).
Untuk NTP Nasional Bulan Mei 2018 adalah sebesar 101,99 atau mengalami kenaikan 0,37 persen.
Sedangkan NTP Provinsi Papua bulan Mei 2018 menurut subsektor, yaitu NTP Subsektor Tanaman Pangan 86,57; NTP Subsektor Holtikultura 89,51; NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat 99,54; NTP Subsektor Peternakan 97,04 dan NTP Perikanan 97,75.
Lebih lanjut, NTP subsektor Perikanan dirinci menjadi NTP Perikanan Tangkap 103,32 dan NTP Perikanan Budidaya 82,47. Dari 33 provinsi, tercatat 22 Provinsi mengalami kenaikan NTP dan 11 provinsi mengalami penurunan NTP dimana Sulawesi Barat tercatat mengalami kenaikan NTP tertinggi yaitu 2,23 persen sedangkan Riau tercatat mengalami penurunan terbesar yaitu -1,92 persen.
Mengenai Inflasi Pedesaan Papua pada Mei 2018 tercatat mengalami inflasi 0,63 persen.
“Secara nasional, tercatat 26 provinsi mengalami inflasi perdesaan dan 7 (tujuh) provinsi mengalami deflasi perdesaan,” jelasnya.
Inflasi pedesaan tertinggi terjadi di Maluku sebesar 1,82 persen sedangkan Deflasi pedesaan terbesar terjadi di Sumatera Barat sebesar -0,45 persen.
Untuk Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) di Papua Mei 2018, tercatat naik sebesar 0,45 persen.
“Meski dari sisi usaha mengalami keuntungan, namun nilai tukar petani bisa turun karena tingkat konsumsi rumah tangga mengalami kenaikan melebihi tingkat pendapatan tumah tangga,” jelasnya. [loy]










