
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Papua pada bulan April 2018 turun 0,36 persen dengan indeks NTP sebesar 91,78 dibandingkan NTP pada bulan Maret 2018
BPS Provinsi Papua merilis penurunan indeks NTP terjadi karena perubahan harga diterima petani -0,06 lebih kecil dari indeks harga di bayar petani yang mengalami kenaikan angka indeks sebesar 0,30 persen.
Dijelaskan, NTP Provinsi Papua pada bulan April 2018 telah di bagi dalam beberapa subsektor diantaranya, NTP subsektor Tanaman Pangan 85,73; NTP Subsektor Holtikultura 98,48; NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat 99,93; NTP Subsektor Peternakan 98,20; dan NTP Perikanan 98,49. NTP Subsektor Perikanan dirinci menjadi NTP Perikanan Tangkap 103,87 dan NTP Perikanan Budidaya 83,72.
Dari 33 Provinsi tercatat 10 Provinsi mengalami kenaikan NTP dan 23 mengalami penurunan NTP dimana Sulawesi Tengah mengalami kenaikan NTP tertinggi yaitu 1,01 persen sedangkan Jambi tercatat mengalami penurunan sebesar -1,77 persen.
“Jadi, NTP Nasional pada bulan April 2018 sebesar 101,61 atau mengalami penurunan 0,32 persen,” kata Kepala BPS Provinsi Papua, Simon Sapary di kantor BPS Papua, Rabu (2/5/2018).
Secara nasional, kata Simon, tercatat 24 Provinsi mengalami inflasi pedesaan dan 9 Provinsi mengalami pedesaan. Inflasi pedesaan tertingi terjadi di Gorontalo sebesar 1,45 persen sedangkan Deflasi pedesaan terbesar terjadi di Yogyakarta sebesar -0,58 persen.
“Inflasi pedesaan Papua April 2018 tercatat mengalami inflasi 0,35 persen,” ujarnya. Sementara Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) di Papua April 2018 tercatat turun sebesar 0,09. [piet/loy]










