
SENTANI, PapuaSatu.com – Sebuah pabrik pengolahan sagu menjadi tepung siap olah atau disebut rumah pengolahan tepung sagu hadir di Kampung Sereh, tepatnya di Kampung Sereh Tua (Hele Wabhouw).
Kehadirannya, kata Ondofolo Kampung Sereh, Yanto Eluay, atas bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), guna membangkitkan ekonomi masyarakat di pinggiran Danau Sentani usai diterjang bencana banjir bandang dan ditambah dengan pandemi Covid-19.
“Rumah pengolahan tepung sagu kita beri nama Hele Wabhouw seperti nama asli Kampung Sereh,” ungkapnya saat ditemui wartawan di kediamannya, Selasa (31/8/21).
Dikatakan, rumah pengolah tepung sagu telah siap produksi dan sudah diujicoba dengan hasil yang sangat baik.
“Bulan lalu telah kami uji coba dan sudah siap, sudah sukses,” ujarnya.
Dari hasil uji coba, kata Yanto Eluay, dari satu pohon yang bila diolah secara manual menghasilkan 4 sampai 5 karung beras ukuran 15 kg, dengan mesin pengolah yang didatangkan dari China, bisa menghasilkan dua kali lebih banyak, yakni bisa mencapai 12 karung yang sering diistilahkan dengan 12 tumang.
Saat ini, pihaknya menunggu untuk dilakukan peresmian oleh Kepala BNPB Pusat, yang diagendakan tanggal 9 September 2021.
Kata Yanto Eluay, kehadiran rumah tepung sagu diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.
“Kami berharap masyarakat di kampung-kampung yang ada di pinggiran Danau Sentani, mereka yang memiliki dusun atau hutan-hutan sagu akan terlibat dalam produksi tepung sagu yang akan dilakukan di rumah produksi tepung sagu,” harapnya.[yat]










