
TIMIKA, PapuaSatu.com – Panitia Khusus Pekan Olahraga Nasional XX & Pekan Paralimpiade Nasional XVI (Pansus PON XX & PPN XVI) memberi dukungan kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Mimika agar siap menyambut PON XX Papua.
Dukungan tersebut ditunjukkan saat Ketua Pansus PON XX & PPN XVI, Kamasan Jack Komboy bersama tim menghadiri Pelatihan UMKM yang digelar oleh Bidang Sosial Ekonomi Sub PB PON XX Papua 2021 klaster Mimika, Jum’at (10/9/21).
“Timika adalah klaster yang paling siap menyambut PON dan dari semua klaster atau tuan rumah, kabupaten Mimika adalah yang paling banyak mengeluarkan APBD untuk penyelenggaraan PON. Itu hal yang luar biasa dan menunjukkan bahwa pemerintah siap, jadi saya harap masyarakatnya juga siap,” katanya.
Dalam perhelatan PON ada 4 sukses yaitu sukses penyelenggara, sukses administrasi, sukses ekonomi dan sukses prestasi. “Sukses ekomoni yang hari ini sedang kami bicarakan. Saya harap sebagai tuan rumah PON, kita bukan hanya menyambut tamu dari luar daerah tetapi ada sesuatu yang harus menjadi penghasilan buat UMKM yang ada,” ujar Jack.
Ia berharap, pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh bidang sosial ekonomi disetiap klaster dapat berjalan dengan baik terutama di kabupaten Mimika. “Karena tadi saya sudah bicara bahwa kabupaten Mimika telah mengeluarkan APBD yang cukup besar, ini uang rakyat, uangnya masyarakat Timika jadi harusnya dengan adanya PON ada hal yang harus dirasakan, jadi UMKM harus ikut pelatihan dengan baik,” harapnya.
Pelatihan tersebut, lanjut Jack, agar menjadi bekal UMKM dalam menyambut 4.000 tamu yang nantinya berasal dari luar Papua ke kabupaten Mimika. “Itu menjadi ruang besar untuk berjualan, nanti ada koordinator yang atur sehingga dapat menghasilkan sesuatu. Mungkin tidak banyak tetapi ada hasil-hasil dari apa yang dijual, itu maksud dari PON,” lanjut Jack.
Jack menambahkan, slogan ‘Torang Bisa’ itu juga seharusnya jadi acuan agar kita juga bisa menjadi tuan rumah yang baik. “Silahkan UMKM siapkan apa yang kalian punya, nanti diatur oleh bidang sosial ekonomi,” tutupnya. [ayu]










