Pasar Murah di Taman Imbi Jadi Serbuan Masyarakat Kota Jayapura

1377
Pasar Murah di Taman Imbi Jadi Serbuan Masyarakat Kota Jayapura

Caption : Warga yang antri untuk membeli daging sapi di pasar murah di Taman Imbi, Rabu (6/6/2018).

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Bagi warga Kota Jayapura yang hrndak memenuhi kebutuhan rumah tangganya dengan harga murah, bisa belanja di pasar murah yang digelar Bank Indonesia selama tiga hari (6-8 Juni), di Taman Imbi, Kota Jayapura-Papua.

Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga dibawah rata-rata harga di pasaran. Seperti daging sapi yang dijual Rp 120 ribu/kg, ayam beku/segar Rp 30 ribu/kg, telur ayam lokal Mahkota ukuran besar Rp 60 ribu/rak, beras premium bulog Rp 135 ribu/10 kg, cabe rawit Rp 90 ribu/kg, bawang merah Rp 45 ribu/kg, dan masih banyak sembako lainnya.

Bahkan produk UMKM binaan Bank Papua maupun bank lainnya dan pemerintah daerah yang menjual bunga hias, noken, fan lain-lain juga hadir di pasar murah tersebut.

Pasar murah yang berlangsung, pada Rabu 6 Juni 2018 pagi itu terlihat di padati puluhan masyarakat Kota Jayapura untuk berbelanja guna memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Pasar murah yang digelar Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kota Jayapura, BUMN, BUMD, dan sejumlah pengusaha ataupun pedagang sembako di Kota Jayapura tersebut, ditujukan untuk pengendalian kenaikan harga sembako menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H/2018 M yang akan dirayakan secara serentak pada 15 Juni mendatang.

Demikian dikatakan Kepala KPw BI Papua, Joko Supratikto saat ditemui awak media usai pembukan pasar murah oleh Penjabat Gubernur Papua yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, Ani Rumbiak.

Murahnya harga di pasar murah tersebut, karena dihadirkan langsung dari para penjual tingkat pertama dari Arso, Koya, dan lain-lain, dengan biaya transportasi yang ditanggung penyelenggara.

“Biasanya kan petani menjual ke tengkulak, tengkulak ke pedagang. Tapi ini langsung kita datangkan dari petaninya,” ungkapnya.

Penggantian biaya trasportasi untuk pedagang yang ada, juga sebagai pengganti biaya tambahan (chass) pada setiap transaksi penggunaan kartu debit yang ditanggung oleh merchant atau pedagang.

Walikota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano, MM dalam kesempatan tersebut memperingatkan kepada warga yang ekonominya tergolong menengah keatas, yang tujuannya untuk memborong barang dan untuk dijual kembali, untuk tidak belanja di pasar murah tersebut.

“Pasar murah ini untuk membantu saudara-saudara kita yang ekonominya lemah, sehingga dapat memenuhi kebutuhannya dengan harga terjangkau,” ungkapnya saat memberikan sambutan pada pembukaan pasar murah tersebut.

Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan, Ani Rumbiak dalam kesempatan sama mengatakan juga bahwa pasar murah tersebut untuk membantu masyarakat ekonomi lemah. “Sehingga terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau,” ungkapnya.

Inflasi di Papua yang relatif terkendali, menurut Ani Rumbiak, karena jalur distribusi yang lancar dan produksi sembilan bahan pokok yang berjalan baik.[loy]