Pasar Sentral Kabupaten Dogiyai Tidak Strategis, Mama-mama Terpaksa Jualan di Jalan Raya

0
77
Caption : Sentral Kabupaten Dogiyai Tidak Trategis, para pedagang terpaksa jualan jalan raya lintas kabupaten Nabire-Dogiyai-Paniai dan Intan Jaya.
Caption : Sentral Kabupaten Dogiyai Tidak Trategis, para pedagang terpaksa jualan jalan raya lintas kabupaten Nabire-Dogiyai-Paniai dan Intan Jaya.

DOGIYAI, PapuaSatu.com – Mama-mama pasar kabupaten Dogiyai, terpaksa berjualan di jalan raya lintas kabupaten Nabire-Dogiyai-Paniai dan Intan Jaya.

Pasalnya, pasar sentral yang sudah dibangun pemerintah kabupaten Dogiyai di Tokapo tidak trategis, sehingga membuat hasil jualan mama-mama pedagang asli Dogiyai tidak laku.

Seperti disampaikan Mama  Yosina Anouw salah satu pedagang ubi-ubian dan sayuran mengaku, tidak ingin berjualan di pasar yang sudah di bangun pemerintah Dogiyai. Sebab menurutnya, pasar sentral tersebut sangat tidak menguntung bagi para pedagang.

“ Di sana pembelinya sangat kurang, sementara jualan kami lebih banyak. Tidak sebanding dengan apa yang kami jualkan, sehingga kami terpaksa menjual di jalan  raya ini,” kata mama Anouw, Kamis, (11/7/2019) siang.

Menurut Mama Anouw, sekalipun pemerintah meresmikan pasar di Tokapo, mama-mama tidak akan melakukan aktivitas penjualan, karena pasar jauh dari jalan raya.

“Selama ini mama-mama dari Dogiyai suka berjualan di jalan raya. Banyak pembeli baik saat turun ke Nabire atau ke Deiyai, Paniyai dan maupun ke Intanjaya,” ujarnya.

Untuk itu, mama Anouw meminta kepada pemerintah jikalau mama  menjual di Tokapo maka jalan raya harus melewatu samping pasar, mulai masuk di polsek Moane hingga tembus Pasar Tokapo.

“Ini permintaan kami semua dari mama-mama pedagang, agar mama-mama yang pergi berjualan di kabupaten lain ini, tetap jual di Dogiyai,” tutupnya. [douw/loy]