Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya Teken MoU dengan PLN

1607

Caption Foto : Bupati Puncak Jaya, Drs. Henock Ibo bersama General Manager PLN WP2P, Yohanes Sukrislismono, saat menandatangani MoU yang disaksikan Plt Sekda, Asissten III dan Sekretaris Bapeda Puncak Jaya di Kantor PLN, Selasa (17/10/2017). (Nius/PapuaSatu.com)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Untuk mewujudkan mimpi panjang pemerintah dan masyarakat Puncak Jaya, yakni dapat menikmati terangnya listrik di malam hari dengan baik, Selasa (17/10/2017), Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melakukan penandatanganan kerjasama (MoU) dengan pihak PLN.

Penandatanganan MoU yang dilakukan oleh Bupati Puncak Jaya, Henock Ibo  dan General Manager PLN WP2P, Yohanes Sukrislismono, berlangsung di ruang rapat Kantor PLN Wilayah Papua dan Papua Barat (WP2B), dengan disaksikan Plt Sekda Puncak Jaya, Tumiran S.Sos. M.Ap, Asisten III Setda Puncak Jaya, Drs. Hendrik Bilangla’bi, Sekretaris Bappeda Puncak Jaya, Massora S. Hut. M.Si, dan sejumlah pejabat di lingkungan PT PLN WP2B.

Bupati Puncak Jaya, Henock Ibo kepada wartawan usai menandatangani MoU mengungkapkan bahwa terealisasinya MoU dengan pihak PLN tersebut sebuah peristiwa besar bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya yang telah lama dirindukan.

“Ini kerinduan yang lama sekali. Tahun 2013 saya berada di ruangan PLN ini, kami bicara supaya masyarakat di sana sebagai warga Negara Indonesia, mereka punya hak  mendapat penerangan,” ungkap Henock Ibo.

Mimpi dan harapan besar tersebut terpaksa tertunda hingga empat tahun lamanya hingga Tahun 2017 ini karena tingkat kesulitan yang tinggi sekali di Wilayah Kabupaten Puncak Jaya.

Ia berharap agar setelah penandatanganan MoU tersebut, pihak PLN langsung bergerak untuk mensurvai dan dapat segera dilakukan pemasangan jaringan listrik yang lebih memadai di Puncak Jaya, terutama di Kota Mulia sebagai Ibukota Kabupaten Puncak Jaya.

“Jadi nanti pada saat pelantikan bupati yang baru pada Bulan Desember 2017, pada saat para pejabat negara datang, listrik sudah dapat menyala dengan baik dan tidak menjadi kendala lagi,” harapnya.

Selain itu, di perayaan Natal 25 Desember 2017, masyarakat yang membeli lampu-lampu hias dapat dinikmati dengan baik oleh masyarakat setempat.

Diakui, di Kota Mulia sudah ada listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), namun tidak dapat maksimal.

Tentang isi MoU tersebut, kata Bupati Henock Ibo, diantaranya adalah semua tugas-tugas kelistrikan di Kabupaten Puncak Jaya secara resmi diserahkan ke PT PLN.

“Jadi atas nama masyarakat, pemerintah, DPR, mewakili semua itu hari ini saya menyerahkan semua infrastruktur kelistrikan yang ada di sana ke Perusahaan Listrik Negara ini, yang mendapat mandat untuk mengurus listrik ini,” terangnya.

Bupati pun merasa yakin dan percaya pasti Mulia akan terang benderang, Puncak Jaya akan terang benderang.

“Karena komitmen saya waktu jadi bupati bahwa dalam pelayanan publik kepada masyarakat, listrik ini merupakan prioritas tinggi sekali supaya masyarakat di honai-honai ini, mereka dapat menikmati listrik itu,” ujarnya.

Sehingga, masyarakat yang tinggal di honai, yang sebelumnya saat api padam, honai gelap, kedepan akan lebih terang.

“Karena Yesus itu terang dan dengan terang itu peradaban masyarakat yang ada di sana itu saya lihat bahwa terjadi perobahan itu,” pungkasnya.

Di kesempatan sama, General Manager PLN WP2P, Yohanes Sukrislismono, mengungkapkan rasa terimakasih kepada Bupati Puncak Jaya Henock Ibo yang bersedia untuk menandatangani nota kesepahaman dengan PLN guna melistriki Kabupaten Puncak Jaya

“Jadi sebagaimana komitmen kami untuk melaksanakan Papua terang, Kabupaten Puncak Jaya adalah salah satu kabupaten yang menjadi tanggungjawab kami, akan kami listriki dengan manajemen PLN,” ungkapnya.

Diaktakan bahwa pihaknya akan melanjutkan dan meningkatkan program kelistrikan yang telah dirintis Bupati Henock Ibo yang telah memasang PLTMH di Kabupaten Puncak Jaya.

“kami sangat berterima kasih, karena kami sudah tinggal melanjutkan. Jadi rintisan Pak Bupati akan kami tingkatkan lagi nanti,” jelasnya.

Dikatakan, permasalahan-permasalahan teknis yang ada akan dilakukan penyesuaikan sesuai dengan standar yang ada. “Karena kami akan melaksanakan pengelolaan kelistrikan yang baik sesuai dengan standar di Indonesia,” tandasnya.(ahmadj)