
JAYAPURA , PapuaSatu.com – Pemerintah Provinsi Papua berharap Go Public dapat mendorong pertimbuhan perusahaan, khususnya kepada perusahaan-perusahaan yang berdomisili dan beroperasi di wilayah Papua.
Demikian disampaikan Gubernur Papua, Lukas Enembe melalui Asisten I Bidang Pemerintahan Umum Setda Papua, Doren Wakerkwa, SH pada pembukaan Workshop Go Public di Hotel Swisbell-Hotel Jayapura-Papua, pada Selasa 11 Desember 2018.
Doren berharap melalui Workshop Go Public mampu memberikan dorongan kepada pengusaha-pengusaha di Papua agar perusahaannya mempunyai visi yang jelas terutama memiliki keunggulan kompetitif untuk pengembangan usaha di masa yang akan datang.
Sementara itu, Kepala Bursa Efek Indonesia Jayapura, Kresna Aditya Payokwa menyampaikan bahwa Indonesia memiliki banyak sekali perusahaan di berbagai sektor usaha dengan potensi pertumbuhan yang menjanjikan, yang mana perusahaan telah memanfaatkan pinjaman dari perbankan sebagai sumber pendanaan. Bahkan pasar modal Indonesia juga menawarkan akses pendanaan jangka panjang melalui go public.
“Selain untuk mendapatkan pendanaan, go public juga diharapkan akan membuat perusahaan semakin berkembang sekaligus bertransformasi menjadi perusahaan dengan implementasi corporate governance yang lebih baik,” ucap Kresna.
Partisipasi perusahaan dan institusi dalam negeri tercatat terus mengalami peningkatan, serta bertambahnya jumlah emiten dari tahun ke tahun. “Hingga 10 Desember 2018, sudah 55 emiten baru saham yang tercatat dan saat ini, total emiten BEI telah mencapai 617 emiten saham,” katanya.
Dalam hal besaran nilai penggalangan dana (fund raised) melalui pasar modal, menurut Kresna, tercatat total pendanaan dari pasar modal (total ekuitas dan obligasi) di tahun 2017 mencapai Rp811,81 triliun dan untuk tahun 2018 sampai dengan bulan Oktober (per 30 November 2018) adalah sebesar Rp763,65 triliun.
Hal tersebut menandakan kebutuhan dan minat pendanaan melalui pasar modal baik yang berasal dari pemerintah dan korporasi masih tinggi. “Tentu banyak potensi yang dimiliki oleh beberapa sektor diantaranya Pariwisata, Industri, Pertanian dan Perkebunan,” ucap Kresna.
Lebih lanjut disampaikan Kresna bahwa Bursa Efek Indonesia melihat ada peluang bagi pelaku industri di Provinsi Papua untuk dapat memanfaatkan pendanaan dari pasar modal dalam rangka mendukung pertumbuhan usahanya, khususnya pada beberapa sektor usaha unggulan di Papua sehingga ke depannya motor penggerak pengembangan industri di daerah tidak hanya sebatas dari dana pemerintah, namun bisa juga diimbangi dengan investasi sektor swasta melalui pasar modal.
Kresna berharap kegiatan ini dapat menginspirasi semua kalangan, sebab Pasar Modal Indonesia bukan hanya merupakan akses yang tepat bagi para pengusaha untuk mendapatkan pendanaan perusahaan, namun juga merupakan langkah tepat untuk menambah kepercayaan dari masyarakat luas dan meninggalkan kebanggaan bagi anak cucu. “Jangan menunggu besar untuk go public, tapi jadilah besar dengan go public. Semoga menginspirasi,” harapnya. [ayu/loy]










