Road to Festival Kopi Papua, BI Papua Akan Bawa Kopi Papua Ke Pentas Kopi Dunia

101

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Papua menggelar sensory bootcamp, atau pelatihan kepada pegiat kopi di Papua selama tiga hari (19-21 Juni 2024).

Sensory Bootcamp yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Papua, kecuali Papua Selatan, sebagai rangkaian menuju (road to) festival kopi Papua 2024 yang diagendakan Bulan Agustus 2024.

Kepala KPw BI Papua, Faturachman mengungkapkan bahwa sensory bootcamp tersebut adalah untuk meningkatkan kompetensi para pegiat kopi.

“Hal itu sebagai salah satu bentuk keberlangsungan dukungan BI kepada pegiat kopi Papua, dan juga sebagai salah satu bukti nyata dikungan kita kepada Papua untuk menemukan atau meningkatkan kompetensi para pegiat kopi yang berstandar interasional,” ungkapnya kepada wartawan di Jayapura, Kamis (20/06/24) malam.

Dikatakan, bahwa Bank Indonesia juga akan membawa kopi Papua ke iven internasional, yakni di iven World of Coffee di Copenhagen, Denmark, yang digelar pada 27-29 Juni 2024.

World of coffee tersebut merupakan iven dunia di bidang kopi, yang diinformasikan akan ada 400 peserta hadir di sana, dan secara total akan dihadiri sekitar 10 ribu orang, mulai dari pelaku (petani kopi), juri, pengunjung dan perspective buyer atau pembelinya.

“Harapan kita, di Copenhagen nanti kopi Papua bisa makin dikenal,” ujarnya.

Selain itu, juga diharapkan akan terjadi transaksi dagang atau letter of intens.

Dan dari berbagai pertimbangan oleh Bank Indonesia pusat, di World of Coffre Copernhagen 2024, Indonesia akan diwakili peserta dari dua daerah, yaitu dari Papua dan Nusa Tenggara Timur

Persiapan menuju Copenhagen dan Sensory Bootcamp yang sedang berlangsung, juga menjadi rangkaian proses menuju Festival Kopi Papua yang akan digelar pada Bulan Agustus 2024.

Dibawanya kopi Papua mewakili Indonesia, karena memiliki sejumlah keunggulan serta keunikan, yakni ditanam di dataran tinggi, dipanen pada saat matang, dibudidayakan oleh masyarakat tradisional dan ditanam secara organik, sehingga menghasilkan cita rasa kopi yang berbeda dan sangat diminati pecinta kopi dunia.

Yani Elok Pratiwi, Public Relation and Workshop Coordination pada ajang sensory bootcamp mengungkapkan bahwa untuk ajang sensory bootcamp ia membawa tim dari Jakarta, yang terdiri dari para juri bersertifikat internasional serta perusahaan pengadaan alat-alat yang dibutuhkan.

Kehadirannya diundang dalam rangkaian persiapan atau road to Festival Kopi Papua.

Papua merupakan kota ke delapan dalam ajang sensory bootcamp, yakni untuk melakukan edukasi dan pelatihan, sehingga akan muncul juri-juri kopi bersertifikat nasional.[yat]