
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Pemerintah Provinsi Papua segera tertibkan maskapai yang harga tiket pesawat melambung tinggi 100 persen dari harga normal menjelang hari raya idul fitri 1439 Hijriah tahun 2018.
Penjabat Gubernur Papua, Soedarmo mengatakan pihaknya tidak memberikan toleransi atau sanksi bagi maskapai yang menjual tiket pesawat melebihi separuh angka normal.
Dikatakan, kenaikan harga tiket masih dapat ditoleransi jika hanya sebesar 50 persen. “Saya segera berkoordinasi dengan Dinas perhubungan untuk bisa tertibkan hal-hal aneh semacam ini,” kata Penjabat Gubernur Papua, Mayjen TNI (Purn) Soedarmo di Jayapura, Jum’at (8/6/2018).
Mestinya, kata Soedarmo, harga tiket diberlakukan sama dan online seperti angkutan darat go-jek yang dapat diakses oleh semua pihak secara transparan. “Sebab ke Wamena saja harga tiket pesawat sampai Rp 2 jutaan. Biasanya Rp 800 ribu. Sehingga memang saya akan buat surat edaran untuk menyikapi kenaikan harga tiket ini,” ujarnya.
Dilain pihak, ada penetapan harga ambang atas dan bawah oleh pemerintah, terhadap harga jual tiket pesawat. “Mestinya pada momentum jelang liburan saat begini, harus ada batasan atas dan bawah untuk harga tiket. Sehingga jangan naik sekian kali lipat,” jelas Soedarmo.
Dengan momentum libur hari raya keagamaan tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu apalagi pihak airlines, guna menjual harga tiket yang mencekik.
“Kasihan mereka menabung banyak untuk memberi nanti kepada keluarga di kampung, justru sebaliknya hanya digunakan untuk membali tiket,” ujarnya.
Sebelumnya, Staf Ahli Gubernur Papua Bidang Politik dan Kesatuan Bangsa, Simeon Itlay menginstruksikan dinas perhubungan, untuk segera menertibkan para calo di bandara-bandara, yang menyebabkan melambungnya harga jual tiket.
Hal ini disampaikan Simeon Itlay saat memberikan arahan pada rapat koordinasi optimalisasi pelayanan sarana transportasi mengantisipasi Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 H 2018 sekaligus buka puasa bersama mitra perhubungan, Kamis (7/6/2018).
Pihaknya juga berharap ada sanksi tegas bagi para calo yang menyebabkan harga tiket melambung tinggi.
“Saya baru dari Jayawijaya, harga tiket Jayawijaya – Jayapura sangat gila-gilaan. Jangankan mahal, untuk mendapatkan tiket saja sangat sulit baik untuk masyarakat maupun pejabat pemerintah,” ujar Itlay.
Pihaknya meminta kepada pihak terkait harga tiket yang melambung tinggi karena harga tiket Jayawijaya – Jayapura sebelumnya Rp 800.000 kini naik hingga Rp2 juta bahkan Rp3 jutaan. “Saya bicara fakta sehingga harapan saya hal seperti ini jangan terjadi lagi dilain waktu,” kata Simon Itlay. [piet]










