Sumber Air Baru Siborgonyi Jadi Harapan Besar Atasi Masalah Kebutuhan Air Bersih Masyarakat Kota Jayapura

41

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Terus bertambahnya jumlah penduduk di Kota/Kabupaten Jayapura, dipastikan kebutuhan air bersih juga mengalami peningkatan.

Hal itu, terutama tetkait air bersih yang disalurkan oleh PT Air Minum Jayapura (AMJ) Robongholo Nanwani (Perseroda) melalui sistem perpipaan.
Dirut PT AMJ Robongholo Nanwani, Dr. H. Entis Sutisna, SE, MM, CGRM mengungkapkan bahwa sejak 30 tahun lalu belum ada penambahan sumber air bersih untuk melayani masyarakat di Distrik Heram, Distrik Abepura, Distrik Jayapura Selatan dan Distrik Jayapura Utara.

“Ini tantangan yang cukup berat ke depan, karena ternyata selama 30 tahun terakhir ini memang belum ada penambahan debit airnya,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (02/04/24).

Hal itu ditambah dengan jaringan distribusi air yang tidak bisa menggunakan sistem interkoneksi antar sumber air (intake) dari 12 sungai.

Dalam hal ini, air dari setiap intake hanya bisa dialirkan ke daerah atau zona tertentu.

Fluktuasi debit air yang sangat tergantung kondisi cuaca, serta daerah tangkapan air yang terus mengalami penurunan kualitas akibat perusakan hutan dan pembuatan kebun-kebun oleh masyarakat.

Karena itu, pihak PT AMJ sangat berharap teralisasinya pemanfaatan sumber air baru, seperti Danau Sentani dan Sungai Siborgonyi di kawasan atas Makodam XVII/Cenderawasih.

“Saya sudah mencoba ya untuk berdiskusi dengan kepala daerah (Bupati dan Walikota Jayapura) sebagai pemilik, termasuk juga dengan pemerintah provinsi untuk sama-sama memikirkan adanya alternatif sumber air baru yang bisa dimanfaatkan,” ungkapnya.

Dan untuk pembangunan intake serta jaringan distribusinya dari Sungai Siborgonyi, membutuhkan dana sekitar Rp 60 miliar.

Sungai Siborgonyi menjadi harapan besar, karena debit airnya yang bisa diambil bisa mencapai 200 m³/detik.

Sehingga, diharapkan bisa menjawab masalah kebutuhan air bersih di daerah Tanah Hitam, Abepura, Tobati, Enggros dan Kampung Buton, bahkwa juga di daerah Polimak dan Ardipura yang selama ini airnya didapar dari sumber air Kojabu di kawasan Perumnas III Waena.[yat]