
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Tim Ekspedisi Rupuah Berdaulat (ERB) 2024 resmi dilepas oleh Pemerintah Provinsi Papua, di Dermaga Satuan Kapal Patroli (Satrol) Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) X, Kota Jayapura, Senin (14/5/24).
Pelepasan tim ERB 2024 dihadiri perwakilan dari Bank Indonesia Kantor Pusat, Pj. Gubernur Papua diwakili Pj. Sekda Papua, Y. Derek Hegemur,SH,MH, Kepala KPw BI Papua, Faturachman, Danlantamal X/Jayapura, Brigjen TNI (Mar) Ludi Prastyono, M.Tr.Opsla, unsur Muspida Provinsi Papua dan sejumlah undangan lain.
Tim ERB 2024, terdiri 16 orang dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Papua dan sejumlah Personil Lantamal X Jayapura, mengemban misi ERB selama satu pekan (13-19 Mei 2024) ke sejumlah pulau Terdepan, Terluar dan Terpencil (3T) di utara Perairan Papua.
Pulau-pulau tersebut masing-masing Pulau Pai, Owi, Yapen, Numfor dan Pulau Bras.
Menggunakan KRI Mata Bongsang-873, tim ERB Papua akan menyambangi dan melakukan kegiatan kas keliling di 5 pulau kecil di Provinsi Papua yang termasuk dalam kawasan 3T tersebut.
Pj. Sekda Papua, Derek Hegemur mengungkapkan bahwa, Papua adalah secara geografis memiliki kondisi yang lengkap, baik di darat dan lautan yang sama-sama memiliki daerah yang sulit dijangkau atau terpencil, termasuk daerah perbatasan negara RI dan PNG.
“Kita punya kegiatan ini sangat luar biasa, karena ini dapat menyediakan uang layak edar hingga tempat yang sulit dijangkau dengan transportasi umum,” ungkapnya.
Dikatakan, Pemerintah Provinsi Papua berkepentingan dan mendukung penuh upaya Bank Indonesia bekerja sama dengan TNI AL tersebut.
“Masyarakat kita butuh edukasi tentang rupiah, secara gambar maupun secara fisik,” ungkapnya.
Di kesempatan sama, Kepala Kantor Perwakilan Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Papua, Faturachman mengungkapkan, tim akan melakukan clean money policy, yakni menarik uang yang tidak layak edar, dan menggantikan dengan uang baru.
“Kita akan tarik uang-uang yang sudah tidak layak edar di masyarakat di lima pulau,” ungkapnya kepada wartawan usai melepas tim ERB 2024.
Untuk itu, pihak BI Papua menyiapkan uang latak edar sebesar Rp.13,8 Milyar.
Selain kegiatan kas keliling, rangkaian kegiatan ERB Papua tahun 2024 juga turut mencakup kegiatan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah dan penyaluran Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) kepada masyarakat dan sekolah di pulau-pulau tersebut.
Sementara itu, Komandan Lantamal X Jayapura, Brigjen TNI (Mar) Ludi Prastyono, M.Tr.Opsla. mengungkapkan, antara TNI Al dengan Bank Indonesia mempunyai kepentingan sama, yakni menjaga kedaulatan wilayah NKRI.
Bedanya, TNI AL melalui pertahanan, sedangkan Bank Indonesia melalui kedaulatan uang rupiah.
“Diharapkan dengan kegiatan ini dapat mempermudah masyarakat untuk mendapatkan uang layak edar,” ujarnya.
Dikatakan, ERB tahun 2024 ini berbeda dengan sebelumnya, karena pulau-pulau yang disinggahi adalah benar-benar pulau terluar, yang tidak dilengkapi dermaga yang memadai untuk disandari KRI Bongsang ataupun kapal-kapal sejenisnya.
Krena itu, nantinya tim akan turun dari kapal di lepas pantai, dan menuju pulau dengan speed boat yang disiapkan.[yat]










