Tingkatkan Cakupan Sub Pin Polio, Dinkes Papua Dan Unicef Gandeng Himpunan Gereja SePapua

0
133

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Guna tingkatkan cakupan sub pin polio di Papua, Dinas Kesehatan Provinsi Papua beserta Unicef menggandeng himpunan gereja setanah Papua. Hal tersebut dibahas dalam pertemuan Para Pimpinan Gereja SePapua di Hotel Horizon Kotaraja-Jayapura, Selasa (20/8/2019).

Dihadiri oleh 70 peserta yaitu 37 peserta utusa dari Klasis GKI di Tanah Papua, 33 utusan resmi denominasi dari :Katholik, GIDI, Baptis, KINGMI, Pentakosta,Advent.

Serketaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dr.Silwanus Sumule, Sp.OG mengatakan tujuan pertemuan tersebut yakni agar Dinkes, Unicef serta para pimpinan gereja sePapua untuk satu tujuan mengkampanyekan bersama sehingga cakupan Imunisasi Polio di Papua dapat meningkat.

“Data kita saat ini kan di angka 88,23 persen yang target nasionalnya harus mencapai 95 persen. Secara formal seluruh daerah sudah mencapai itu, tetapi ada kabupaten-kabupaten tertentu yang belum mencapai target. Untuk bisa mencapai target, maka kita harus bekerjasama,” ucapnya kepada awak media usai pembukaan pertemuan tersebut.

Senada dengan itu, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi Kementerian Kesehatan, Slamet, menyampaikan inti dari kegiatan kerja bersama pemerataan Imunisasi tetes manis gratis,pencegahan serangan penyakit Polio penyebab lumpuh layu pada anak.

“Kita semuanya mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama juga petugas kesehatan untuk memberikan pelayanan Imunisasi kepada anak usia di bawah 15 tahun di seluruh Papua dan Papua Barat, tujuannya membuat mereka mempunyai ketahanan terhadap penyakit Yang bisa di cegah dengan Imunisasi, khususnya tentang Polio, agar anak terhindar dari serangan penyakit Polio Minitis,” katanya.

Ditegaskan oleh Try Laksono Harysantoso selaku Chief Field Office UNICEF Papua, bahwa banyak fungsi gereja guna menjangkau anak untuk penyebaran tetes manis imunisasi Polio.

“Gereja di Papua penetrasinya sampai di kampung karena sulit di jangkau oleh petugas kesehatan, kita ketahui Gereja di Papua mempunyai kader Pendidikan, mempunyai sekolah, bekerjasama dengan Gereja semakin banyak anak menjadi sasaran Imunisasi Polio,” tegasnya.

Kerjasama tersebut disambut baik oleh Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia wilayah Papua, Herman Saud.

“Saya rasa ini langkah yang baik, Gereja atau seluruh agama punya umat langsung, jadi tiap hari ketemu dengan umat yang mereka layani, karena mereka bisa mengarahkan umat mudah untuk mengerti dan menerima. Terlebih lagi di Papua hubungan antara tokoh agama dan masyarakat cukup erat, jadi dengan adanya kerjasama ini, saya rasa bisa mendongkrak cakupan sub pin polio di Papua,” tukasnya. [ayu]