Tips Berkendara saat Hujan Turun Ala Honda Papua

21

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Bagi pengendara sepeda motor saat musim penghujan perlu memperhatikan sejumlah hal.

Kondisi jalan yang licin, serta guyuran hujan tentu sangat berbeda kondisinya dengan saat musim kemarau atau kondisi jalan kering.

“Kondisi hujan menuntut pengendara sepeda motor untuk harus lebih berhati-hati dan waspada. Ada sejumlah hal yang perlu jadi perhatian untuk #Cari_Aman,” ungkap Instruktur Safety Riding Astra Motor Papua, Dulfi Ade Putra, Rabu (3/8/2023).

Menurutnya, hal pertama yang harus jadi perhatian adalah memastikan ban sepeda motor dalam keadaan baik.

Kondisi jalan yang licin membuat potensi pengendara tergelincir.

“Ban dalam kondisi baik mampu mengurangi potensi motor tergelincir akibat jalan licin. Oleh karena itu pastikanlah kembangan ban, tekanan angin ban, dan kekenyalan karet ban dalam keadaan baik serta sesuai standar yang dianjurkan,” kata Putra.

Hal kedua yang perlu menjadi perhatian yaitu memastikan lampu berfungsi baik.

Dalam kondisi hujan yang cukup lebat, jarak pandang akan sangat berkurang.

Selain membantu pencahayaan jalan di depan, lampu motor akan membantu pengendara lain melihat keberadaan kita.

Ketiga, gunakan jas hujan model training saat hujan. Jas hujan ini terbagi dua bagian, setelah atas dan celana.

“Selain mampu melindungi badan dari guyuran air hujan, jas hujan jenis ini jauh lebih nyaman dan aman digunakan,” ujar Putra.

Jangan gunakan jas hujan model ponco saat berkendara. Bentuknya yang lebar membuat risiko kecelakaan jadi lebih tinggi seperti ujung jas hujan terlilit di jari-jari atau rantai, terjangan angin terasa lebih keras yang mengganggu keseimbangan, hingga bagian sisi tersangkut di kendaraan lain.

Keempat, menjaga jarak aman. Hujan membuat jarak pandang atau tingkat visibilitas lebih terbatas.

Karena itu perhatikan jarak aman dengan kendaraan lain, baik dengan motor maupun mobil.

Perhitungan jarak yang tepat akan memberi ruang bagi pengendara untuk menghindar jika kendaran di depan melakukan pengereman atau maneuver berbelok secara mendadak.

“Bila perlu, berikan penanda keberadaan kita dengan menggunakan klakson atau lampu jauh saat akan melewati kendaraan di depan,” ujarnya.

Kelima, hindari menerobos genangan air. Genangan air yang menutup muka jalan membuat pengendara tak bisa mengetahui kondisi jalan yang akan dilaluinya.

Karena itu, sebisa mungkin hindari genangan tersebut karena dikhawatirkan ada lubang yang bisa membuat pengendara terjatuh.

Selain itu, melewati genangan air yang cukup dalam berpotensi menimbulkan masalah pada motor jika air tersedot dan masuk ke ruang bakar melalui saringan udara atau knalpot.

Jika itu terjadi, dipastikan mesin akan mengalami kerusakan yang cukup parah.

Jika terpaksa harus melewati jalan yang terendam air, maka pastikan tinggi air masih di bawah saringan udara atau knalpot. Pertahankan bukaan gas agar air tidak masuk mesin melalui knalpot.

Selain itu, waspadai pula gelombang air yang datang akibat dorongan kendaraan yang lebih besar.

Bila sepeda motor mogok akibat terendam banjir, jangan langsung menghidupkannya.

Doronglah motor ke tempat yang tak tergenang air dan aman. Kemudian lakukan pemeriksaan mulai dari busi, kelistrikan, saringan udara hingga knalpot.

Setelah semua dipastikan baik, nyalakan kembali mesin motor dan diamkan untuk beberapa waktu.

“Guna mempertahankan kondisi motor dalam keadaan prima, bawalah motor ke bengkel AHASS mterdekat untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan berkala,” ujarnya.[yat]