Legislator Sebut Pengungkapan 70 Senpi Pembohongan Publik

295

JAYAPURA, PapuaSatu.com –  Legislator Papua Emus Gwijangge angkat bicara atas pengungkapan 70 senjata oleh aparat TNI di jajaran Kodam XVII/Cenderawasih, pada Senin (19/2/2018).

Bahkan pernyataan Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI George Elnadus Supit  yang mengatakan bahwa pengunkapan 70 senjata tersebut atas pendekatan yang dilakukan dengan masyarakat.

Namun ia merasa heran aktor dari penjualan senjata itu tidak di ungkap oleh aparat TNI “ menurut saya, aktor penjualan senjata ini siapa.  Saya pikir  pengungkapan ini hanya pembohongan public. Kan semua titik di Papua sudah diperketat oleh aparat TNI/Polri tapi kenapa lolos,  lalu siapa dibalik itu,” kata Emus Gwijangge kepada wartawan di halaman Kantor KPU Papua, Selasa (20/2/2018).

Emus mencurigai, senjata yang diungkap selama ini ada keterkaitan dengan oknum aparat keamanan. “ ada oknum yang jual kepada masyarakat, lalu aparat itupula yang mengambil senjata. Kami minta kepada Pangdam agar segera menangkap actor itu,” katanya

Bahkan ia meminta, pejabar di Kodam XVII/Cenderawasih dan Kapolda bersama jajarannya agar turun ke lokasi untuk dilakukan  pemeriksaan disemua komando wilayah.

Sebab, menurutnya  yang berhak memiliki senjata adalah TNI dan Polri, tidak ada masyarakat Indonesia yang emmiliki, lalu kenapa berada di seluruh masyarayarakat. “ Jadi, saya minta bukan pendekatan yang dilakukan tpai siapa yang menjual senjata itu kepada masyarakat. Segera tangkap,” katanya.

Jika memang tidka bisa, maka Emus meminta kepada Kapolri dan Panglima untuk turun mencari oknum yang menjual Senpi tersebut. “Kami tidak sebut sapakah dia perwira atau anggota biasa, yang  jelas ada keterlibatan oknum,” tegas Emus.

Menurut Emus, senjata  bertujuan untuk menjaga pertahanan Negara, tapi beredar ditengah masyarakat. Jangan menjadi masyarakat  bisnis. “ ini adalah bisnis, jadi sangat tidak percaya kalau dibilang diungkap dari masyarakat. Itu hanya pembohongan public. Kalau mau mencari ya cari Aktornya,” pungkasnya. [loy]