
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Sasaran Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dibawah pimpinan Purom Wenda yang selama ini kerap melakukan penembakan terhadap aparat TNI polri dan masyarakat sipil, akan tetapi Purom Wenda bersama kelompok ikut mengancam masyarakat di distrik Balingga kabupaten Lanny Jaya dengan menggunakan senjata.
Indies mengaku bahwa masyarakat se Distrik Balingg sering mengusir Purom Wenda dan kelompoknya untuk keluar dari istrik Balingga namun diindahkan.
“Mereka malah mengancam kami dengan senjata yang mereka miliki. Bahkan mereka tidak segan-segan menodongkan ujung senjata di telinga dan di kaki kami,” ungkap Indies Wenda selaku Kepala Distrik Balingga dalam press rleasenya, Jum’at 16 November 2018.
Selama lima tahun terakhir, aku Indies, masyarakat setempat tidak merasakan hasil kebun karena dirampas oleh Purom Wenda bersama kelompoknya. “Jika tidak dikasih maka kami diancam dengan senjata yang mereka miliki,” ujaarnya.
Bahkan kehadiran Purom Wenda membuat pembangunan tidak bisa masuk di daerah distrik Balingga hingga ke kampung-kampung. “Kami tertinggal dan kami tidak merasakan kesejahteraan. Bahkan dana yang harusnya dianggarkan ke Distrik dan Kampung terpaksa dialihkan ke distrik Lain hanya karena kehadiran Purom Wenda. Kami ingin merasakan pembangunan seperti yang diinginkan pemerintah,” ujarnya.
Dengan ancaman yang terus dilakukan Purom Wenda bersama kelompoknya maka, ia meminta kepada pemerintah dan kepada aparat keamanan untuk menangkap Purom Wenda bersama kelompoknya dan memberikan perlindungan kepada masyarakat Balingga yang selama kerap melakukan pengancaman.
“Dia harus keluar dari Distrik Balingga karena Purom Wenda bersama kelompok ini merupakan pelarian dari kabupaten Puncak Jaya. Mereka mengungsing ke sini karena selalu dikejar oleh aparat keamanan,” tukas Indines.
Indies pun menepis isu pemberitaan yang tidak benar atau provokatif yang seakan-akan peristiwa di distrik Balingga ada permaianan. “Itu tidak benar, kami ini yang menjadi korban. Kehadiran Purom wenda bersama kelompok membuat kami masyarakat tidak tenang, baik makan maupun beraktifitas,” pungkasnya. [loy]










