Didasarkan Permohonan Eksekusi, PN Klas 1 A Jayapura Eksekusi Ruko di Jalan Kemiri Sentani

0
337
Eksekusi pengosongan ruko tiga lantai milik H. Muksin Arsal, di Jalan Raya Sentani-Kemiri-Sentani, Distrik Sentani, Rabu (11/3/2020)

SENTANI, PapuaSatu.com – Hanya berdasarkan permohonan pihak Bank BNI untuk melakukan eksekusi hasil lelang barang agunan kredit, sebuah bangunan Rumah Toko (Ruko) tiga lantai di Jalan raya Kemiri, Sentani dieksekusi untuk dikosongkan.

Eksekusi yang sempat tertunda tiga kali sejak beberapa bulan lalu oleh pemiliki H. Muksin Arsal yang tidak bersedia mengosongkan bangunan yang menjadi asset miliknya, Rabu (11/03/20) berhasil dikosongkan dengan penjagaan ketat dari aparat Polres Jayapura yang di-bac up aparat Brimob Polda Papua dan unsur TNI.

Muksin Arsal sat ditemui disela-sela pengosongan Ruko yang dibangungnya sempat mengungkapkan kekesalannya, karena ia merasa bahwa proses lelang oleh BNI tidak dilakukan sesuai prosedur.

“Persoalan lelang ini banyak keganjilan karena saya sama sekali tidak pernah dilibatkan, tidak pernah dipanggil dan tidak pernah ada persetujuan pemilik sampai mereka lelang sendiri, sebenarnya bukan lelang. Minimal kalau lelang harus ada dua atau sampai tiga orang yang ikut,” ungkapnya.

Muksin pun menduga ada pengaturan antara pihak BNI dan pemenang lelang sampai ada pelelangan ruko miliknya.

Muksin pun mempertanyakan sisa hasil lelang,  karena ia belum menerima sisa hasil lelang sepeser pun.

“Mereka lelang tiga miliar satu juta seratus delapan puluh ribu dan utang saya cuma satu miliar delapan ratus tiga puluh ribu yang saya harus bayar, jadi sisa lebih belum pernah saya dapatkan sampai sekarang, karena sisa itulah makanya saya tuntut sampai sekarang dan tidak mau keluar dari tempat ini,” tukasnya.

Meski demikian ekseskusi pengosongan ruko dilakukan berjalan lancar berkat bantuan semua pihak, baik pemilik ruko (termohon) yang telah kooperatif saat rukonya hendak dieksekusi, Juru Sita PN PN Klas 1 A Jayapura yang dibantu pihak Polres Jayapura yang menyiapkan 150 personil gabungan TNI-Polri untuk mengamankan jalannya eksekusi pengosongan ruko tersebut.

Muksin pun menyebutkan bahwa eksekusi oleh PN Klas 1 A Jayapura tersebut belum saatnya bisa dilakukan, karena masih ada upaya hukum yang dilakukannya berupa banding hingga kasasi ke Mahkamah Agung.

Juru Sita PN Klas 1A Jayapura, Pederik Padalingan menegaskan, bahwa eksekusi tersebut didasarkan atas permohonan pihak bank yang telah melelang bangunan Ruko tiga lantai tersebut, akibat kredit macet.

“Karena mereka (Bank BNI) tidak mampu mengeluarkan pemilik ruko (Muksin) secara baik, diajukanlah ke pengadilan untuk proses eksekusi,” ungkapnya saat ditemui di sela-sela proses pengosongan bangunan yang dieksekusi tersebut.

Dijelaskan, bahwa hal itu tanpa proses siding, kecuali ada perlawanan (pengajuan keberatan) dari pihak termohon (H. Muksin).

“Sidang itu dilakukan kalau dia melakukan perlawanan. Perlawanannya pun sudah ditolak BHT-nya. Sampai tingkat bandingpun sudah ditolak,” tegasnya.

Disinggung tentang upaya kasasi dari termohon, dijelaskan bahwa pihaknya mempersilahkan upaya hokum kasasi tersebut, namun ditegaskan bahwa upaya kasasi tersebut tidak menghalangi proses eksekusi.

Kalaupun upaya hukum yang masih dilakukan pihak termohon, pihak PN Klas 1 A Jayapura mempersilahkan.

Soal keputusan akhirnya dari upaya kasasi tersebut bila dimenangkan termohon (H. Muksin), maka bangunan tersebut akan dikembalikan.

Dijelaskan, bahwa pihaknya mengabulkan permohonan eksekusi Ruko tersebut, juga bila pemohon (Bank BNI) memberikan uang jaminan yang senilai dengan nilai jual bangunan yang disita.[yat]