
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Jelang tanggal 1 Juli 2022 yang di klaim sebagai Hari Ulang Tahun (HUT) TPNPB/OPM, salah satu tokoh agama dari suku Dani, Pdt. Nekies Kogoya pastikan masyakatnya di Kampung Kaliharapan Nabire tidak akan melakukan aksi apapun yang mengacaukan Kamtibmas.
Pdt. Nekies katakan, pihaknya terus berupaya melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak keamanan untuk membantu menjaga situasi kondusif di Kabupaten Nabire. “Kami sadar betul bahwa masyarakat kami yang berada di Kampung Kaliharapan Nabire ini masih sering mengonsumsi minuman beralkohol. Akibatnya, sering pula melakukan pemalangan jalan sehingga saya sebagai tokoh masyarakat dan juga tokoh gereja akan terus membantu pihak keamanan untuk menjaga kamtibmas di Kabupaten Nabire,” ujarnya, Selasa (28/6/2022).
Sementara terkait isu yang beredar demontrasi tanggal 14 Juli 2022 terkait penolakan pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) yang hendak dilakukan oleh oknum-oknum maupun kelompok yang tidak setuju, Pdt. Nekies menghimbau masyarakat suku Dani terutama Kampung Kaliharapan Nabire untuk tidak ikut dalam aksi tersebut.
“Masyarakat bahkan para Jemaat Gereja, saya himbau agar tidak ikut bergabung dan terlibat dalam aksi demontrasi penolakan DOB tersebut. Sebab, jika ada insiden, resiko kerugian adalah diri sendiri dan keluarga,” himbau Pdt. Nekies.
Pdt. Nekies sendiri mengaku, dirinya mendukung rencana pemerintah terkait pemekaran DOB karena menurutnya dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Pemekaran DOB akan membawa dampak perubahan bagi kami masyarakat kecil di tanah Papua ini, yang mana pembangunan dari segala bidang akan kami rasakan sehingga kami Rakyat Papua akan menjadi lebih maju dan sejahtera lagi,” bebernya.
Ia juga mengungkapkan dirinya taat dan setia pada NKRI, bahkan pemuka agama pihaknya harus taat pada pemerintah terlebih bila ada kebijakan yang akan membawa dampak kepada kesejahteraan.
“Saya taat dan setia pada NKRI yang mana saya buktikan dengan adanya bendera merah putih yang masih saya pasang pada depan rumah serta Gereja ini,” ungkap Pdt. Nekies.
Ia berharap Pemerintah Indonesia dapat memperhatikan masyarakat terutama Kabupaten Nabire disini, dari segi perekonomian karena umumnya masyarakat Kabupaten Nabire sebagai petani. [ayu]










