Kemenkumham Papua Ajak Pelajar SMA YPPK Taruna Tegasa Keerom Perangi Narkoba

0
145
Caption : Kakanwil Kemenkum HAM Papua, Max didampingi Kabid Hukum, Kanwil Papua Sutrisno dan Kepala Sekolah SMA YPPK Taruna Tegasa, Abigael Marweri di SMA YPPK Taruna Tegasa Arso, mensosialisasikan pendidikan hukum bagi pelajar, Selasa (16/7/2019)
Caption : Kakanwil Kemenkum HAM Papua, Max didampingi Kabid Hukum, Kanwil Papua Sutrisno dan Kepala Sekolah SMA YPPK Taruna Tegasa, Abigael Marweri di SMA YPPK Taruna Tegasa Arso, mensosialisasikan pendidikan hukum bagi pelajar, Selasa (16/7/2019)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Sebagian tugas Negara yang diberikan kepada Kementerian Hukum dan HAM yaitu memberikan pembinaan dan menyebarluaskan pendidikan hukum kepada Warga Negara Indonesia, seperti yang dilakukan pelajar SMA YPPK Taruna Tegasa Kabupaten Keerom, Selasa (16/7/2019).

Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Papua, Max Wambrauw menyebutkan, pendidikan hukum sangat penting dilakukan kepada para pelajar di sekolah-sekolah.

Apalagi sasaran narkoba sekarang bukan lagi di daerah-daerah perkotaan tetapi sudah merambah masuk di pelosok-pelosok bahkan sampai ke desa.

“Kabupaten Keerom berbatasan langsung dengan Negara tetangga PNG sehingga pintu masuk narkoba atau ganja masuk ke wilayah ini cukup tinggi,” ucapnya.

Kondisi tersebut, tegas Max, kemenkum Ham sudah waktunya mensosialisasikan dari sisi aturan terhadap bahaya narkoba, kepada generasi muda terlebih kepada anak-anak sekolah yang ada di Papua. “Jika Geberasi mudanya kuat, maka bangsa akan semakin kuat,” katanya.

Khusus di Tanah Papua, Kanwil Kemenkum HAM Papua sedang mendorong upaya visi baru, misi baru bagi Papua baru. Maka , ini tanggung jawab yang besar untuk membetuk generasi muda yang baik untuk membangun Papua.

Sosialisasi ini juga penting bagi para pelajar tetapi penting juga bagi para pendidik di sini sehingga ke depan kami akan terus mendukung dengan sosialisasi hukum keliling di sini, kata Max Wambrauw. “Saya lihat di dalam ini hamlir 99% orang  Papua, kita harus membekali mereka, mereka menjadi pelajar hari ini tetapi besok menjadi pwmimpin untuk mebangun tanah ini,” ungkapnya

Kepala Bidang Hukum, Kanwil Papua Sutrisno mengatakan, tentunya ini menjadi tanggungjawab Negara , Pemerintah Daerah dan kira semua termasuk orang tua pelajar dan para guru yang ada di sekolah.

Persoalan Narkotika sekarang sudah luar biasa, tegas Sutrisno. Sehingga kita semua harus bergerak punya kepedulian jadi penanganan bahaya narkoba ini harus secara bersinegis, terintegrasi semua, kita tidak bisa menyerahkan pada satu institusi saja.

“Pelajar ini yang kita harapkan dapat merubah karakternya punya tanggungjawab bagaimana mengubah masa depannya,” ujarnya.

Dirinya mengatakan bahwa berdasarkan data di Kabupaten Keerom ini menjadi sasaran tempat pengedaran ganja, sehingga inilah yang harus kita pagari anak-anak kita dengan pergaulan yang baik, keluarga juga yang baik dan lingkungan tempat ia berada.

Sementara itu kepala sekolah SMA YPPK Taruna Tegasa, Abigael Marweri kepada Humas Kanwil Papua mengapresiasi kehadiran Bapak-bapak dari Kanwil Kemenkum HAM Papua atas kehadiran dalam memberilan penyuluhan hukum kepada anak didik pada SMA YPPK Keerom.

Dikatakan lebih lanjut, pertama anak-anak kami ini merupakan masa depan dari Keerom. Mereka adalah anak Papua asli yang ada di sekolah ini. “Kami tidak mau mereka jatuh di hal-hal tidak baik dan merugikan masa depan mereka,” tuturnya.

Maka, kami berusaha bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan HAM sehingga anak-anak ini diubah mindsetnya. Tentunya anak-anak ini tidak harus kita mendidik mereka dengan teori saja tetali harus kita tanamkan ke dalam diri mereka rasa tanggungjawab atas diei mereka suapaya Papua ini ada di tangan mereka.

“Di generasi mereka, mereka jnilah penerus dari Negara ini” ungkapnya.

Ia pun berpesan kepada anak-anak sekolah, lihatlah diriku adalah keriting  jadi tidak bisa orang lain memperbaiki Papua selain kita. Jadi tinggalkan Narkoba itu, mari kita perbaiki dan bawa Negara ini  terlebih orang Papua, kita bangun sendiri tanah ini. [ayu]