Polda Papua Fasilitasi Masalah Hak Kepemilikan Tanah Holtekam

0
229

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Kapolda Papua yang diwakili Wakil Direktur Intelkam Polda Papua AKBP Supryagung, memfasilitasi persoalan hak kepemilikan tanah holtekamp di Kantor Direktorat Intelkam Polda Papua, Rabu (29/01/2020).

Pertemuan ini dihadiri kedua belah pihak yang bermasalah diantaranya, Jhon Itaar (Selaku Ondoafi Enggros), Zeth Itaar (Skretaris Dewan Adat Enggros), Sakaria Hanuebi (Kepala Kampung Nafri), Gidion Waskai (Kepala Kampung Koya Koso), Max Hanuebi (Badan Pemberdayaan Kampung) dan George Awi selaku Ketua LMA Port Numbay).

Dalam pertemuan ini juga disaksikan langsung oleh Kasi Pidsus Kejaksaan Tinggi, Renaldi  dan Mahzi dari Bagian Hukum Pemda Kota Jayapura.

Pertemuan tersebut lantaran sebelumnya keluar surat pemberitahuan tentang rencana pemalangan jalan masuk jembatan Yotefa dan pintu masuk Holtekamp oleh Pemilik tanah Adat.  Dimana ditujukan kepada Kapolda Papua untuk mengeluarkan semua alat berat yang ada di Holtekamp.

Kepada awak media, Wadir Intelkam AKBP Supryagung menjelaskan, bahwa dengan adanya rencana aksi pemalangan di jalan masuk jembatan Yotefa, langsung mengambil sebuah sikap untuk mengundang kedua belah pihak agar untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan yang ada, dengan harapan tidak adanya gangguan kamtibmas bagi pengguna jalan.

Namun dari hasil pertemuan tersebut, maka rencana pemalangan yang akan dilakukan pada tanggal 30 Januari 2020 (besok) ditiadakan, sehingga masyarakat dapat beraktifitas seperti biasa, selain itu alat berta yang digunakan untuk pembersihan lahan  dihentikan.

Sedangkan untuk menentukan kepemilikan Hak Tanah Adat disepakti untuk menunggu keputusan Hukum dari Pengadilan.

“Oleh karena itu kami berharap kepada Kepala Kampung, Camat tidak diperkenankan untuk menandatangani surat pelepasan Hak Ulayat adat atas Tanah yang bersengketa,” tukasnya. [loy]