Berharap Keerom Jadi Lumbung Padi

354
?

Captions- Wakil Bupati Keerom saat menerima proposal dari sejumlah kelompok tani dari Kampung Jaifuri, Distrik Skanto, Kamis (2/11/2017). (Rahayu/PapuaSatu.com)

KEEROM, PapuaSatu.com – Untuk melihat kesiapan para kelompok tani yang berada di wilayah Distrik Skanto, khususnya di Kampung Jaifuri Arso 3 dalam melaksanakan program pemerintah Pusat yaitu Nawacita pada bidang pertania padi, Wakil Bupati Keerom MUH Markum, SH. MH, MM melakukan pertemuan dengan sejumlah kelompok tani di Kampung Jaifuri Arso 3, Kamis (2/11).

MUH Markum mengharapkan kepada para petani maupun kelompok tani yang ada di wilayah Distrik Skanto untuk mensukseskan rencana pencetakan sawah seluas 500 hektar di wilayah Distrik Skanto.

Karena ini merupakan program presiden dan keiginanan besar dari Bupati Keerom agar kedepan Kabupaten Keerom bisa jadi lumbung padi. Karena kabupaten Keerom masih memiliki lahan yang sangat luas untuk dikembangkan sektor pertania.

“Di Tahun 2016 lalu, telah dicetak sawah di beberapa distrik seluas 700 hektar dan di Tahun 2018 mendatang akan dikembali dilakukan pencetakan sawah seluas 1000 hektar, dimana wilayah Distrik Skanto 500 hektar dan Distrik Arso seluas 500 hektar dan itu dimulai pencetakannya di awal 2018 mendatang, sehingga dukungan para petani maupun kelompok tani sangat diharapkan,” ujar MUH Markum pada pertemuan di Balai Kampung Jaifuri, Arso 3, Distrik Skanto.

Dengan peningkatan ketahanan pangan di Kabupaten Keerom, pastinya masyarakat akan menjadi sejahtera, karena pendapatan bertambah.

Sementara itu Kordinator Kelompok Tani Kampung Jaifuri Arso 3 Distrik Skanto Ahmad Embara mengatakan, pada intinya para petani maupun kelompok tani yang ada di wilayah Kampung Jaifuri telah siap untuk mengembangan pertanian di bidang tanaman padi.

Yang mana di Tahun 2016 lalu, Kampung Jaifuri mendapat percetakan sawas seluas 50 hektar dan telah diberhasil, hanya saja masih ada sedikit yang belum digarap.

“Saat ini ada beberapa hektar tanaman padi yang akan siap panen, itu hasil percetakan sawah dari program pemerintah pusat di tahun 2016,” jelasnya.(rhy/ahmadj)