Caption Foto – Terlihat Kepala Dinas Sosial Kab Keerom Lena Beru, SE. Msi didampingi Staf Kementerian Sosial RI Aisyah Arifin dan perwakilan dari BNN Papua Sefnat B Layan saat menbuka kegiatan Workshop KIE Konseling bagi PMKS di Hotel Grend Talen Abepura, Rabu (27/9/2017). (Rahayu/PapuaSatu.com)
KEEROM, Papusatu.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom melalui Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinsos) Kabupaten Keerom mengadakan kegiatan Workshop Komonikasi, Informasih dan Edukasi (KIE) Konseling bagi 20 Orang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kabupaten Keerom Tahun 2017.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Sosial Keerom Lena Beru, SE. Msi dan juga dihadiri dari Kementerian Sosial RI Aisyah Arifin dan Badan Nasional Narkotika (BNN) Papua Sefnat B Layan, di Hotel Grend Talen Abepura, Rabu (27/9/2017) kemarin.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Keerom Lena Beru menegaskan, dengan dilakukannya Workshop tersebut diharapkan agar petugas PMKS menjadi ujung tombak untuk membantu pemerintah dalam memberantas segalah bentuk perdaran obat terlarang seperti Narkoba, Alkohol, Psikotrapi dan Zat Adiktif (Napza) di kabupaten Keerom.
“Peran petugas PMKS di Keerom harus merupakan ujung tombak dilapangan sehingga kami berharap mampu membantu pemerintah untuk mengajak masyarakat memberantas Napza di Kabupaten Keeorm,”ujar Lena Belu saat membuka kegiatan Workshop KIE Konseling bagi PMKS.
Lena menjelaskan, Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza) merupakan program nasional yang telah mendunia bahwa Nafza sangat berbahaya dan menghancurkan anak- anak generasi bangsa. “Kami berharap agar kehadiran petugas PMKS untuk menghentikan Napza di Kabupaten Keerom agar anak- anak di Keerom tidak hancur karena Napza,” harapnya.
Apalagi, menurutnya, wilayah kabupaten Keerom merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan PNG. Oleh karena itu, diharapkan untuk tetap mewaspadai masuknya Narkoba Jenis Ganja dari PNG.
“Semua pihak di kabupaten Keerom harus punya tanggungjawab untuk bersama-sama memberantas segala bentuk obat terlarang. Kita harus cegah lebih dini agar anak-anak penerus bangsa dapat diselamatkan,” tekan Lena.
Sementara itu, jumlah peserta Workshop dihadiri sebanyak 20 Orang yang terdiri dari Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan dan Tokoh Masyarakat di wilayah Kabupaten Keerom. (rhy/nius)










