Ada Pasar Tani, ASN di Kompleks Kantor Bupati Jayapura Tidak Perlu Ke Pasar

140
Sofia Duleh saat menunjukkan hasil olahan sagu yang menjadi panganan kekinian kepada mahasiswa ITB Bogor yang mengunjungi stand Ikhwan Papua Berkat di pasar tani yang digelar Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Jayapura, Jumat (16/7/20)
Sofia Duleh saat menunjukkan hasil olahan sagu yang menjadi panganan kekinian kepada mahasiswa ITB Bogor yang mengunjungi stand Ikhwan Papua Berkat di pasar tani yang digelar Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Jayapura, Jumat (16/7/20)

SENTANI, PapuaSatu.com – Sejumlah kebutuhan pangan yang untuk mendapatkannya biasanya harus ke pasar, para Aparat Sipil Negara (ASN) di lingkungan perkantoran Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah Sentani, juga bisa mendapatkan tanpa harus ke pasar.

Apalagi di masa pandemic Covid-19, pasar terus menjadi pengawasan Gugus Tugas Covid-19 yang dibentuk pemerintah, karena rawan penularan virus yang cukup berbahaya dan mematikan tersebut.

Hal itu setelah Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Jayapura menggelar pasar tani di halaman parkir Gedung D, tempat ASN dinas tersebut berkantor.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, David Zakaria, SP mengungkapkan bahwa pasar tani yang digelar setiap hari Senin dan Hari Jumat tersebut, merupakan perintah Bupati Jayapura untuk mendekatkan produk-produk pertanian di Kabupaten Jayapura dengan para ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayapura.

“Sesuai arahan Pak Bupati, bahwa kita berupaya mendekatkan produk-produk pertanian kepada para pegawai kita, dan kita berharap ini terus konsisten dan berkesinambungan,” ungkapnya.

Dari pantauan di pasar tani yang digelar Hari Jumat (17/7/20) pagi, berbagai saur-mayur, umbi-umbian, dan beras lokal dari Besum, yang merupakan hasil pertanian masyarakat Kabupaten Jayapura dipasarkan.

Juga terdapat produk-produk olahan sagu maupun umbi-umbian dengan kualitas baik dan rasanya lebih enak, yang diolah Lembaga Ikhwan Berkat sebagai mitra pemerintah, juga ditampilkan di stand tersendiri.

Komoditi sayur-mayur, umbi-umbian dari Kampung Sereh, Kampung Komba dan berbagai daerah lainnya, juga ada beras lokal dari besum, buah-buahan dari Nimbokrang, Nambong dan Yapsi, dan berbagai hasil pertanian dihadirkan untuk dapat dibeli oleh para ASN maupun warga yang dating ke pasar tani tersebut.

David Zakaria pun menyatakan, bahwa bila ada produk pertanian yang tidak habis terjual, pegawai-pegawai di lingkungan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura akan membelinya, supaya tidak banyak barang bawaan yang dibawa pulang oleh petani.

Namun, dikatakan bahwa hampir setiap digelar pasar tani, rata-rata habis terjual.

Selain hasil pertanian yang merupakan bahan pangan yang masih mentah, juga ada yang dalam bentuk hasil olahan dari komoditas sagu dan umbi-umbian oleh pihak lembaga Ikhwan Papua Berkat.

Ucapan terima kasih disampaikan Sofia Duleh, selaku pembina di Lembaga Ikhwan Papua Berkat yang mengolah sagu menjadi aneka snack, hasil ternak ayam dan pertanian dan panganan lain.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah, terutama kepada Kepala Dinas Tanaman Pangan, Pak David yang telah membantu kami, maupun para petani di Kabupaten Jayapura ini untuk bisa memasarkan hasil pertanian dan hasil olahan yang kami punya,” ungkapnya.

Untuk olahan dari bahan sagu, Sofia Duleh mendapat support juga dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tasrif,  dan memproduksi sagu menjadi bahan makanan kekinian, seperti brownis, cistick, redvelvet, tiramisu, kukis, mie, dan lain-lain.

Olahan dari bahan dasar sagu tersebut cukup enak dan dengan kemasan yang berkualitas, sehinga sangat menarik dan bisa menjadi oleh-oleh khas dari Kabupaten Jayapura.[yat]