Akan Manfaatkan Wisma Atlet Untuk Pasien Corona, Bupati Gelar Pertemuan Dengan Para Tokoh Kampung Doyo Baru

227
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw saat memimpin pertemuan dengan aparat kampung dan para tokoh adat maupun tokoh-tokoh lainnya, di halaman Kantor Kampung Doyo Baru, Senin (27/04/20)
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw saat memimpin pertemuan dengan aparat kampung dan para tokoh adat maupun tokoh-tokoh lainnya, di halaman Kantor Kampung Doyo Baru, Senin (27/04/20)

SENTANI, PapuaSatu.com – Terkait Rencana Pemanfaatan Wisma Atlet yang berlokasi di belakang Polres Jayapura, Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu, untuk penanganan pasien Corona, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw menggelar pertemuan dengan aparat kampung dan para tokoh adat maupun tokoh-tokoh lainnya, di halaman Kantor Kampung Doyo Baru, Senin (27/04/20).

Peserta rapat diatur dengan masing-masing tempat duduk berjarak satu meter tanpa atap pelindung, sehingga sekaligus berjemur.

Peserta tidak kepanasan, karena rapat yang dimulai pukul 10.00 WIT diliputi cuaca yang mendung.

Bupati dalam arahannya mengungkapkan bahwa Tim Gugus Tugas yang dipimpinnya telah menyewa dua hotel, satu hotel untuk tempat tinggal dokter dan satu lagi untuk menangani pasien yang memiliki gejala Covid-19.

“Posisi hotel ini cukup jauh dari rumah sakit, dan tidak layak untuk terus kita gunakan. Oleh karena itu kami terus coba komunikasi dengan kementrian yang membangun wisma atlet di Doyo Baru belakang Polres itu supaya kita bisa gunakan, supaya dekat dengan rumah sakit,” ujar bupati.

Kata bupati, Wisma Atlet tersebut bukan untuk pasien yang positif, tetapi untuk memeriksa dan mengobati orang-orang yang diketahui memiliki gejala-gejala Covid-19, agar tidak menular lagi ke warga sekitar.

“Karena itu saya berharap untuk Kampung Doyo Baru, secara khusus RT/RW yang berdekatan dengan Wisma Atlet itu bisa menjadi teman untuk memberi support (dukungan) supaya proses ini kita bisa selesaikan,” jelasnya.

Bupati berpesan kepada masyarakat di sekitar Wisma Atlet agar tidak terlalu khawatir, karena dalam penanganannya tetap berpedoman dengan Protocol kesehatan yang ditetapkan dalam penanganan penyakit menular.

Pada kesempatan tersebut, bupati juga menekankan agar setiap distrik dan kampong juga membentuk tim gugus tugas yang melibatkan RT dan RW.

Dan kepada para tokoh distrik, kampong, adat dan lain-lain yang mengikuti rapat agar meneruskan pesan pada rapat tersebut kepada masyarakat di lingkungan sekitar, agar dapat memahami dengan baik atas apa yang sedang dilakukan pemerintah.

Di kesempatan tersebut, DR. dr. Petronela M. Risamasu,M.Ked.Trop untuk masyarakat agar tetap aman dari tertularnya virus corona yang sangat berbahaya dan sedang mewabah di seluruh dunia tersebut.

Terkait penggunaan Wisma Atlet tersebut, dipahami mengundang rasa takut menular ke masyarakat di lingkungan sekitar.

“Semua pasti takut, tetapi kita punya protocol yang sudah kami jalankan supaya setiap keluar masuk aman,” ujarnya.

Pesan dr. Petronela, agar masyarakat mengikuti imbauan pemerintah terkait pembatasan social, sehingga masyarakat agar tidak keluar rumah kalau tidak ada keperluan yang sangat penting.

“Boleh keluar kalau penting, akan tetapi selalu pakai masker,” tandasnya.

Selain itu, juga selalu cuci tangan pakai sabun di air yang mengalir setiap hendak pergi dan baru pulang dari bepergian, karena virus yang sedang mewabah sangat berbahaya.

dr. Petronela juga berpesan agar warga tidak mendekati tempat perawatan.[yat]