
SENTANI, PapuaSatu.com – Forum Komuniasi Pimpinan Daerah (Forpimda) kabupaten menggelar tatap muka bersama masyarakat untuk menyikapi dan membahas perkembangan situasi terkini atas radikalisme, teroris yang terjadi di beberapa tempat di pulau Jawa.
Pertemuan yang berlangsung di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Kamis tanggal 17 Mei 2018 siang ini dihadiri langsung oleh Bupati Jayapura Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, Sekda Drs. Yerri F. Dien, Danramil Sentani Mayor Inf. Jhon F. Dahar dan seluruh Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, dan Tokoh Agama serta Paguyuban di Kabupaten Jayapura.
Bupati Jayapura dalam sambutannya mengatakan pasca kejadian di Surabaya, Pemerintah Kabupaten Jayapura telah menyatakan mengutuk keras atas tindakan yang terjadi, karena tindakan teroris dan radikalisme bukan merupakan ajaran suatu agama, karena semua agama mengajarkan kedamaian dan perbuatan baik.
“Kami menyampaikan terimakasih kepada seluruh tokoh masyarakat yang telah meluangkan waktu untuk bersilahturahmi sekaligus tatap muka dalam membahas perkembangan situasi yang terjadi selama ini di daerah Pulau Jawa. Apa yang dirasakan warga korban, kita ikut prihatin dan menyampaikan duka cita kepada keluarga yang ditinggalkan,” katanya.
Antisipasi yang dilakukan, kata Bupati, tidak hanya teoris dan radikalisme akan tetapi juga mengantisipasi adanya perkembangan ujaran kebencian melalui media sosial juga sangat gencar dan juga mempolitisir kejadian di surabaya kearah perpecahan kerukunan umat beragama.
Kondisi ini, Bupati berharap agar ada penguatan-penguatan dari tingkat bawah melalui RT/RW sehingga masyarakat kita yang di tingkat bawah tidak mudah terprofokasi terhadap radikalisme atau isu-isu yang dapat memecahbelah kerukunan antar umat beragama di Kabupaten ini.
“Saya sangat khawatir karena Kota Sentani merupakan pintu masuk-keluar parawarga dari bebagai daerah. Sehingga kami telah perintahkan beberapa kepala Distrik untuk perintahkan RT/RW agar dapat mengecek data penduduk 3 tahun terakhir di lingkungannya masing-masing,” ujarnya.
Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon menegaskan, pertamuan yang dilakukan bersama Pemerintah dan para Tokoh masyarakat untuk memberikan pemahaman penanggulangan separatis dan terorisme dan untuk menyatukan satu barisan .
“Pertemuan ini kita lakukan secara bergulir sehingga kita harap masyarakat punya kepedulian terhadap lingkungan, karena hal ini bisa terjadi besar. Ada hal-hal yang kecil yaitu kepedulian kita,” ujar Kapolres Victor Dean Mackbon, ketika di konfirmasi usai kegiata.
Untuk mencega terorisme pihaknya akan melakukan pendataan penduduk terkait orang-orang baru yang mau menetap di sini (Kabupaten Jayapura) namun ia menghimbau kepada seluru tokoh-tokoh agama baik pendeta maupun Haji untuk harus menginformasikan kepada setiap jamaah-jemaah dan jemaat-jematnya untuk tidak mudah terpancing atau percaya oleh informasi-informasi yang beredar media sosial.
“Saya menghimbau kepada seluruh tokoh-tokoh agama maupun seluru masyarakat agar agar jangan mudah terpancing atau percaya dengan informasi di media sosial, dan saya berharap jika ada informasi yang mencurigakan di media sosial jangan muda terpercaya atau menyebarluaskan informasi tersebut, tetapi harus cepat melapor ke pihak yang berwajib,” imbaunya. [tyi/loy]










