Bagi Sembako dan Dana ADK, Bupati : Saat Tidak Ada Lagi Bantuan Masyarakat Sudah Mandiri

167
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw sat menyerahkan secara simbolis kepada perwakilan kelurahan bantuan berupa sembako untuk warga terdampak Covid-19
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw sat menyerahkan secara simbolis kepada perwakilan kelurahan bantuan berupa sembako untuk warga terdampak Covid-19

SENTANI, PapuaSatu.com – Bantuan berupa sembako dan dana Rp 100 juta dari Dana Alokasi Kampung (ADK), terus disalurkan Pemerintah Kabupaten Jayapura ke berbagai kampung/kelurahan di Kabupaten Jayapura.

Setelah Sabtu (9/5/20) lalu Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw menyerahkan untuk kampung-kampung yang ada di pesisir pantai, Senin (11/5/20), bupati menyerahkan untuk Distrik Sentani yang memiliki jumlah penduduk paling banyak di Kabupaten Jayapura.

“Saya piker hal ini sama dengan beberapa distrik, hari ini setip kampong kelurahan bisa bergerak untuk bantuan Sembako ini dan bisa dibarengi dengan usaha-usaha ekonomi, terutama usaha-usaha pekarangan atau berkebun,” ungkapnya saat ditemui wartawan usai penyerahan Sembako di Kantor Distrik Sentani, Senin (11/5/20).

Dalam pesannya sebelum penyerahan bantuan tersebut, Bupati Awoitauw mengungkapkan bahwa setiap warga yang memiliki pekarangan untuk dapat mengolah lahannya guna menunjang kebutuhan pangan.

“Saya harap dana kampung (ADK) yang ada dimaksimalkan untuk usaha-usaha pekarangan. Rp 100 juta ini untuk ketahanan pangan di kampong,” ujar bupati.

Bupati meminta kepada warga dapat menggunakan uang dari ADK untuk mengelola lahan yang ada, dan bila terkendala bibit atau lainnya, bisa dikoordinasikan melalui aparat kampong ke dinas terkait.

“Sehingga saat bantuan tidak ada, sementara covid masih berlanjut, maka masyarakat sudah bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar bupati.

Sedangkan bantuan social berupa Sembako, kata Bupati Awoitauw jumlahnya relatif kecil, karena sifatnya stimulant, untuk bekal warga mengelola Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki.

Bantuan Sembako yang dikoordinir Dinas Sosial Kabupaten Jayapura, kata bupati, diprioritaskan warga yang benar-benar secara ekonomi terdampak pandemic Covid-19.

“Seluruh warga yang berhak itu harus diberi. Kalau ada yang belum dapat bisa dikoordinasikan melalui keluarahan atau kampung, karena bantuan ini berbasis kampung. ASN, TNI dan Polri tidak termasuk di dalam bantuan ini,” jelasnya.

Bupati juga mengingatkan warga untuk mematuhi anjuran pemerintah terkait protocol kesehatan di masa pandemic Covid-19 saat ini, yakni dengan selalu mencuci tangan menggunakan sabun saat hendak bepergian dan saat pulang dari tempat umum, agar terhindar dari penularan Virus Corona.

“Karena itu diberikan bantuan sabun untuk cuci tangan,” jelas bupati.

Selain itu, juga selalu menggunakan masker dengan benar bila terpaksa keluar rumah, dan jaga jarak antar individu (social and physical distancing) serta hindari kerumunan warga.

“Yang kita hasrus selesaikan adalah kesehatan, tenaga medis yang bekerja, alat pelindung diri dan fasilitas kesehatan harus dilengkapi,” ungkap bupati.

“Saya percaya, kalau kita semua bekerjasama saling bantu membantu, masa pandemi ini bisa kita lalui dengan baik,” tandas bupati.

Untuk Distrik Sentani yang terdampak pembatasan sosial wabah Virus Covid-19 ada 7 kampung dan 3 kelurahan, dengan lebih dari tujuh ribu KK.

Sedangkan jenis Sembako yang diberikan, adalah berupa beras 10, gula, teh, dan minyak goreng.[yat]