Bantu Lakukan Pengawasan Protokol Kesehatan, Pemerintah Kabupaten Jayapura Libatkan ASN

224
Tim pendisiplinan protokol kesehatan di Kabupaten Jayapura yang di dalamnya ada ASN utusan SKPD saat melakukan koordinasi di lapangan.
Tim pendisiplinan protokol kesehatan di Kabupaten Jayapura yang di dalamnya ada ASN utusan SKPD saat melakukan koordinasi di lapangan.

SENTANI, PapuaSatu.com – Dalam rangka percepatan dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Jayapura, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw secara resmi  melepas sejumlah ASN di Kabupaten Jayapura untuk menjadi bagian  tim pendisiplinan protokol kesehatan di Kabupaten Jayapura.

Sejumlah ASN yang tergabung dalam tim pendisiplinan protokol kesehatan di Kabupaten Jayapura itu akan tersebar di beberapa titik dan mereka juga akan bekerja sama dengan anggota tim lainnya dari TNI Polri Pemuda dan juga Satpol PP.

“Gugus tugas sudah bagi TNI, Polri, Ormas, ASN juga dibagi menurut kelompok kelompok itu,” ujar Bupati.

Dikatakan, setiap organisasi perangkat daerah telah mengirim masing-masing lima anggota ASN untuk terlibat langsung bersama dengan tim pendisiplinan protokol kesehatan dalam memerangi pandemi covid 19 di Kabupaten Jayapura.

Bupati mengatakan, keterlibatan ASN dalam tim gabungan itu juga merupakan bentuk tanggung jawab dan menjadi bagian penting di dalam upaya pemerintah untuk menekan penyebaran covid-19 di Kabupaten Jayapura.

“Ini untuk lebih Meningkatkan kedisiplinan di masyarakat sehingga air juga harus terlibat untuk membantu TNI Polri dan juga Satpol PP termasuk ormas-ormas yang dilibatkan untuk melakukan pengawasan terkait dengan penerapan dan pembatasan waktu,” katanya.

Bupati Matius menjelaskan tim ini akan bekerja selama 1 bulan kedepan. Mereka melakukan tugas pengawasan di lapangan terkait dengan penerapan protokol kesehatan oleh masyarakat. Selain itu kami juga dibagi dalam beberapa titik yang sudah ditetapkan oleh gugus tugas percepatan penanganan covid 19.

“Ada beberapa titik yang sudah dipetakan untuk dilakukan pengawasan yang ketat. Kita pastikan pengawasan ini harus dua sampai tiga kali lipat dari biasanya sehingga semua masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan pada saat beraktivitas,” ujarnya.[yat]