Buka Raker KKSS, Wakil.Bupati Minta Warga KKSS Jaga Kedamaian Dalam Keberagaman

0
386
Pembukaan Raker I BPD KKSS Kabupaten Jayapura oleh Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro bersama pejabat dan tokoh KKSS, di Hotel Suni Garden Lake, Sabtu (17/10/20)
Pembukaan Raker I BPD KKSS Kabupaten Jayapura oleh Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro bersama pejabat dan tokoh KKSS, di Hotel Suni Garden Lake, Sabtu (17/10/20)

SENTANI, PapuaSatu.com – Guna merumuskan program kerjanya, pengurus KKSS Kabupaten Jayapura periode 2020-2025 menggelar Rapat Kerja (Raker) di Hotel Suni Garden Lake Sentani, Sabtu (17/10/20).

Dengan Thema : optimalisasi kualitas, loyalitas dan solidaritas pengurus KKSS dalam menjalankan roda organisasi, Raker tersebut dirangkaikan dengan customer gathering Summarecon Mutiara bersama Bank Mandiri terkait pengembangan perumahan di Kota Makassar.

Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro saat membuka Raker tersebut mengharapkan kepada warga KKSS untuk bersama menjaga kedamaian dalam keberagaman suku dan budaya di Kabupaten Jayapura.

Menurut Wakil Bupati, anggota paguyuban KKSS di Kabupaten Jayapura bukan hanya dari sulawesi selatan.

“Karena Kabupaten Jayapura ini seperti miniatur Indonesia. Warganya sangat beragam, sehingga pastinya ada pernikahan antara warga Sulawesi Selatan dengan orang luar Sulawesi Selatan,” ujar Wakil Bupati.

Karena itu, hasil Raker tersebut diharapkan tidak memunculkan ego-ego kedaerahan yang dapat mengancam kerukunan di masyarakat.

“Seluruh warga KKSS saya harapkan menjadi ujung tombak kedamaian di Kabupaten Jayapura,” harap Wakil.Bupati.

Wagus Hidayat, selaku Ketua Harian BPD KKSS Kabupaten Jayapura mengungkapkan bahwa ada sejumlah prioritas program yang akan dibahas dalam Raker tersebut.

“Program prioritas kami adalah kerohanian, seni budaya, olahraga dan perekonomian,” ungkapnya saat ditemui wartawan di Suni Garden Lake Sentani, Sabtu (17/10/20).

Disinggung apakah ada keberagaman suku di KKSS, kata Wagus Hidayat, adanya warga asal Sulawesi Selatan yang menikah dengan warga asal daerah lain, secara otomatis suami atau istrinya juga dimasukkan sebagai warga KKSS.

Wagus Hidayat pun meminta kepada seluruh warga KKSS di Kabupaten Jayapura yang jumlahnya sekitar 8 ribu lebih untuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Jayapura, dalam membangun daerah.

“Kita wajib berbandengan tangan, apapun suku, budaya dan agama,” ujarnya.[yat]