Diputuskan, RTRW Kabupaten Jayapura Sudah Harus Direvisi

SENTANI, PapuaSatu.com – Dalam penialaian terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Jayapura yang berlaku sejak Tahun 2008, diketahui nilainya jauh dibawah 85 persen.

Sehingga, RTRW sesuai Perda Nomor 1 Tahun 2009 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Jayapura, yang berlaku mulai Tahun 2008 hingga Tahun 2028, sudah selayaknya untuk dilakukan revisi.

Hal itu menjadi keputusan bersama setelah Tim Teknis Penyusunan RTRW yang diketuai Kepala Bidang Penataan Wilayah Dinas PUPR Kabupaten Jayapura, Andreas L. Hurunama melakukan dua kali konsultasi publik tentang peninjauan kembali terhadap RTRW Kabupaten Jayapura, yakni pada 18 Oktober 2021 lalu dan yang kedua hari ini (Rabu, 24/11/21).

Ketua Tim Teknis Penyusunan PK RTRW Kabupaten Jayapura, Andreas Harunama mengungkapkan, dari hasil pembobotan terhadap RTRW Kabupaten Jayapura diketahui nilainya adalah 36,7 persen.

“Di sisi lain kita bisa lihat langsung kondisi di lapangan, bahwa pemanfaatan ruang sudah tidak sesuai lagi,” ungkapnya saat ditemui wartawan usai konsultasi publik di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah Sentani, Rabu (24/11/21).

Hal itu, ditambah adanya perubahan lahan yang disebabkan oleh banjir bandang pada Bulan Maret 2019 lalu.

Setelah tercapai kesepakatan untuk merevisi, tim akan menyurat ke kementerian ATR/BPN.
Dan setelah dijawab oleh kementerian, dalam jangkanwaktu 18 bulan sudah harus disusun RTRW tersebut.

“Kita sudah koordinasi dengan teman-teman di Bappeda, untuk tahun depan itu sudah kita ketahui nilai bobotnya dan direvisi, maka kemudian kami minta untuk dianggarkan,” jelasnya.

Saat ini, kata Andreas, sementara sedang dalam proses verifikasi untuk RKA Tahun 2022, dimana Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Jayapura juga sudah menyusun RKA dan disampaikan kepada pimpinan lewat Kasubag Program dan sekretaris, untuk diverifikasi di Bappeda.

Sehingga harapannya bisa dianggarkan di APBD Tahun 2022.[yat]