Duduga Terjadi Penyalahgunaan Dana, Paulus Lew Adukan Ketua Panitia Pembangunan Gereja Sang Penebus ke Polisi

412
Paulus Lew saat memperlihatkan foto progress pembangunan Gereja Paroki Sang Penebus Sentani yang telah menelan dana sekitar Rp 9 milyar

SENTANI, PapuaSatu.com – Guna menuntut transparansi penggunaan dana pembangunan Gereja Sang Penebus Sentani, Paulus Lew yang merupkan salah satu umat Paroki Sang Penebus Sentani melaporkan panitia ke polisi atas dugaan penyelewengan dana tersebut.

Paulus Lew yang dipanggil Paul Leo, sempat melapor kasusnya ke Polda Papua pada 20 Februari 2020 lalu, dan kemudian kasusnya dilimpahkan ke Polres Jayapura untuk proses penyelidikan dan penyidikannya.

Karena itu, Senin (20/04/20) siang, Paul Leo mendatangi Polres Jayapura untuk memastikan apakah pihak penyidik Polres Jayapura telah menangani laporannya.

Usai mengecek ke Polres Jayapura, Paul Leo yang merupakan Ketua Dewan Paroki masa bhakti 2013-2016 tersebut mengungkapkan kepada awak media, bahwa pada intinya ia melapor ke polisi karena sudah berbulan-bulan ia berupaya meminta transparasi penggunaan dana pembangunan, namun pihak panitia terkesan menghindar atau bahkan mengabaikan permintaannya.

“Saya ke sini (Polres Jayapura) menindaklanjuti laporan saya yang sudah saya buat tanggal 20 Februari 2020,” ungkapnya kepada wartawan di Doyo Baru, usai mengecek laporannya di Polres Jayapura, Senin (20/4/20).

Paul pun sudah mendapat Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP), bahwa aparat penyidik telah meminta keterangan dari sejumlah pihak terkait dengan kasus dugaan penyelewengan dana tersebut.

“Kata petugas (penyidik) bahwa mereka sudah undang, tapi tidak datang,” ungkapnya.

Dan informasi yang didapatnya, cerita Paul Leo, bahwa pihak panitia pernah bertemu dengan Kapolres Jayapura, dan berjanji untuk membuat laporan penggunaan dana pembangunan gereja dimaksud.

Pada kesempatan, Paul Leo bercerita banyak seputar upayanya untuk meminta pihak panitia yang diketuai oleh Jerry F. Dien yang merupakan mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, agar dapat melaporkan secara transparan terkait penggunaan dana pembangunan gereja.

Dan karena saat ini ia sudah melaporkan masalahnya sebagai dugaan penyalahgunaan dana, dan hal itu adalah merupakan tindakan pidana, maka ia menekankan agar kasusnya bisa diselesaikan sesuai hukum yang berlaku.

Tentang dana pembangunan Gereja Paroki Sang Penebus Sentani, Paul mengungkapkan bahwa yang ia ketahui, bahwa dana yang dibutuhkan untuk pembangunan adalah Rp 43 milyar.

“Itu sesuai RAP (Rencana Anggaran Pembiayaan) yang mereka ajukan saat peletakan batu pertama,” ungkapnya.

Dan hingga saat ini, pihak panitia diperkirakannya telah mengumpulkan dana sekitar Rp 12 – 13 milyar.

Dan hingga Desemeber 2019, diketahuinya melalui penyampaian lisan, dana yang dipakai sudah sekitar Rp 9 milyar, namun progress pembangunannya baru tahap pondasi dan pendirian tiang cor.

Semua data tersebut masih informasi yang belum pasti, karena pihak panitia belum pernah memberikan data atau laporan penggunaan dananya.

Sementara itu, Jerry F. Dien selaku Ketua Panitia Pembangunan Gereja Paroki Sang Penebus Sentani saat dihubungi melalui telepon selulernya belum memebrikan jawabannya.[yat]