Dukung Menjadi Kampung Wisata Bahari, Kapolda Kunjungi Kampung Yoboi

217
Bukan menjaring ikan, di Kampung Yoboi yang berada di pinggiran Danau Sentani, Kapolda Papua, Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw menjaring sampah untuk memberi semangat warga setempat dalam menjaga kebersihan lingkungan agar lebih menarik wisatawan
Bukan menjaring ikan, di Kampung Yoboi yang berada di pinggiran Danau Sentani, Kapolda Papua, Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw menjaring sampah untuk memberi semangat warga setempat dalam menjaga kebersihan lingkungan agar lebih menarik wisatawan

SENTANI, PapuaSatu.com – Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw melakukan kunjungan ke Kampung Yoboi yang mulai ditata sebagai kampung wisata bahari di pinggiran Danau Sentani.

Kampung Yoboi, merupakan salah satu kampung yang berada di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, dengan dihuni 125 kepala keluarga, yang alamnya masih asli dengan dusun sagu yang luas dan belum ada pihak yang mengubah menjadi lahan lain.

Pemukiman warga pun dibangun diatas air, sehingga tidak merusak sedikit pun lahan sagu.

Di kampung yang harus ditempuh dengan moda transportasi air sekitar lima menit dari dermaga Pantai Yahim, Kapolda didampingi Staf Ahli Bidang Polhukan dan Otsus di Kantor Staf Presiden RI, Anggota MRP Pokja Agama, Danramil Sentani, dan Kepala Kampung Yoboi, berkesempatan mencanangkan Rumah Pintar untuk anak-anak, yang ditandai dengan pemukulan tifa.

Selain itu, juga mencanangkan penanaman bibit sagu dan bersih-bersih sampah di kolong-kolong rumah bersama para pemuda yang tergabung dalam Spirit Of Papua dan Pemuda PAM GKI Sentani.

Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw saat memberikan sambutan menyatakan rasa bangga namun haru, karena melihat Kampung Yoboi yang masih terkesan tertinggal, yang kondisinya hampir sama dengan kampung-kampung di Kabupaten Asmat.

Kapolda pun mengisahkan kondisi di perkampungan di pinggiran Danau Toba di Propinsi Sumatera Utara, yang telah berubah.

Dahulu orang dari kampung ke kota untuk mengejar pendidikan, tapi sekarang terbalik, orang di kota banyak yang ke kampung untuk menempuh satu jenjang pendidikan lebih tinggi.

Hal itu karena adanya kebijakan untuk membangun fasilitas pendidikan yang berkualitas di perkampungan dengan memanfaatkan keindahan Danau Toba.

Terkait Pandemi Covid-19, kapolda pesan kepada seluruh warga untuk bersama menghentikannya.

“Penyakit itu ada, tapi kita tidak boleh terlalu takut. Kita bisa mencegahnya dengan cuci tangan, jaga jarak, berjemur di pagi hari, dan hidup sehat,” ujar Kapolda.

Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw saat bercengkerama dengan anak-anak Kampung Hoboi, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura yang tergabung dalam klub rumah pintar
Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw saat bercengkerama dengan anak-anak Kampung Hoboi, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura yang tergabung dalam klub rumah pintar

Kapolda juga menyerahkan bantuan paket Sembako yang didalamnya ada lima tumang sangu 125 karton mi instant, beras dan aneka bahan pangan lain yang dikelola bersama Spirit Of Papua.

“Ini untuk penyemangat warga sini, saya berharap nanti saya bisa beli di sini sekitar 15 tumang untuk saya bagikan ke daerah lain,” ujar Kapolda terkait bantuan lima tumang sagu yang dibeli dari kampung lain di Sentani.

Mengenai pengelolaan sagu di Papua, Kapolda menyebut bahwa pihak Freeport juga berencana membantu untuk pengelolaan sagu di Papua, yang diawali dengan di daerah Timika yang juga memiliki dusun sagu yang cukup luas.

Di kesempatan tersebut, Kepala Kampung Yoboi, Sepanya Wally mengungkapkan, bahwa program pengembangan kampung wisata bahari di Kampung Yoboi, terkait terus meningkatnya kunjungan wisatawan ke kampung yang dipimpinnya.

Danramil Sentani, Mayor John F Dahar dalam kesempatan tersebut mengimbau warga untuk mencintai kebersihan.

“Karena ini sudah dicanangkan sebagai kampung wisata, maka kita harus membudayakan hidup bersih. Mata terasa sakit kalau melihat sampah berserakan di dalam rumah maupun di lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Ia juga meminta kepada warga untuk mempertahankan kelestarian hutan sagu di mampungnya, karena hingga saat ini belum ada yang berubah menjadi bentuk lahan lain.

Hal senada diungkapkan Dorlince Mehue (anggota MRP Pokja Agama) yang meminta kepada para pemuda untuk bersama para orang tua, agar dapat bersama mendukung kelestarian hutan sagu di kampungnya.

Staf Ahli Kepresidenan Bidang Polhukam dan Otsus, Laus rumayom, yangbdalam kesempatan tersebut juga sebagai senior PAM GKI Klasis Port Numbay mengungkapkan, bahwa kehadirannya bersama Kapolda Papua, adalah sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas kepala kampung, ondoafi, kepala suku dan seluruh masyarakat Kampung Yoboi.

“Danau sentani harus kita deklarasikan menjadi simbol kehidupan masyarakat,” ungkapnya.

Laus Rumayom berharap, agar kampung tidak bergantung dengan dana Otsus untuk bisa memajukan daerahnya.[yat]