Pemanfaatan Sumber Daya Alam Untuk Antisipasi Kekurangan Pangan di Perpanjangan Masa Pembatasan di Papua

155
Kepala Distrik Sentani Timur, Stefen Wally (kemeja putih) saat berdiskusi dengan angota MRP, dan pihak keamanan di kantornya
Kepala Distrik Sentani Timur, Stefen Wally (kemeja putih) saat berdiskusi dengan angota MRP, dan pihak keamanan di kantornya

SENTANI, PapuaSatu.com – Kepala Distrik Sentani Sentani Timur, Stefen Wally mengatakan, dengan adanya penambahan pembatasan waktu selama 28 hari kedepan oleh Pemerintah Provinsi Papua, perlu diantisiapsi adanya kekurangan pangan di daerah hingga distrik dan kampung.

Oleh sebab itu, kata Wally, sesuai dengan instruksi Bupati Jayapura, masyarakat harus kembali untuk mengelola potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang merupakan potensi dan kearifan lokal di masing-masing kampung.

“Sebagai pimpinan wilayah, kami sudah mengimbau dan juga mensosialisasikannya kepada seluruh masyarakat di daerah ini, bahkan jauh-jauh hari sudah ada masyarakat yang mengelola potensi kearifan lokal mereka di masing-masing kampung,” ujar Stefen di kantornya usai menerima kunjunga kerja dari Majelis Rakyat Papua (MRP), Rabu (6/5/2020).

Menurutnya, penanganan penyebaran virus corona saat ini, semua orang belum tahu kapan akan berakhir. Dan saat ini masih banyak yang bergantung kepada bantuan sembako yang disalurkan oleh pemerintah daerah maupun pihak-pihak lain yang merasa terpanggil untuk saling membantu.

“Potensi sumber daya alam kita masih sangat luas, tidak hanya daratan tetapi juga danau yang cukup luas. Sehingga masyarakat dapat memanfaatkan potensi ini dengan sebaik mungkin, hal ini akan membuat kita tidak bergantung kepada bantuan sembako yang diberikan,” jelasnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Kepala Kampung Nendali, Wemfrid Wally, bahwa pihaknya sudah melakukan sosilisasi kepada warga kampungnya untuk kembali mengelola potensi sumber daya alam sebagai pemberdayaan kearifan lokal yang dimiliki.

“Letak kampung kami berada pada dua bentangan alam, darat dan danau. Sehingga masyarakat dengan mudah untuk melakukan aktifitas seperti biasa, yang berkebun dan juga mereka yang nelayan. Selain otu juga upaya pencegahan penyebaran covid 19 tetap berjalan seperti biasa,” pungkasnya.[yat]