Penggunaan Anggaran Covid di Kampung Sudah Sesuai Arahan Pemerintah

173
Kepala Kampung Purnowo Jati, Supriyanto
Kepala Kampung Purnowo Jati, Supriyanto

SENTANI, PapuaSatu.com – Upaya pencegahan terhadap penyebaran covid-19 juga terus dilakukan kampung-kampung yang terletak di daerah pinggiran dan pedalaman Kabupaten Jayapura.

Guna mendukung kegiatan pencegahan di tingkat bawah, setiap kampung sudah dialokasikan anggaran senilai Rp 100 juta. Di mana anggaran tersebut dialokasikan dalam bentuk barang senilai Rp31,6 juta dan dalam bentuk uang tunai senilai Rp 68 juta lebih.

“Mengenai penanganan konflik-19 ini kami di kampung sudah melakukan kegiatan penanganan sesuai dengan edaran bupati. Kami sudah mengikuti semua RAB  yang ada di situ,” kata

Kepala Kampung  Purnowo Jati, Distrik Yapsi Supriyanto, kepada wartawan di posko gugus tugas penanganan Covid 19   Kabupaten Jayapura, Rabu (6/5).

Dia mengatakan, Alokasi Dana Desa untuk pencegahan awal senilai Rp 100 juta yang mana   rp31 juta sekian sudah digelontorkan dalam bentuk barang dan  sisa dari anggaran itu dalam bentuk tunai dan sudah dibelanjakan sesuai dengan prosedur dan arahan pemerintah terhadap kegiatan pencegahan penyebaran covid 19 di tingkat kampung.

“Kami telah membangun satu posko relawan di kampung Purnomo Jati,” jelasnya.

Posko relawan tersebut dibentuk untuk tujuan memantau dan mengawasi aktivitas masyarakat yang sering keluar dan masuk dari kampung ke kota maupun sebaliknya. Pihaknya  sudah mengeluarkan kebijakan, apabila ada warga  dari kota menuju kampung untuk urusan yang tidak terlalu urgent diharapkan tidak masuk ke dalam kampung.

“Ini sudah menjadi ketegasan kami di tingkat Kampung melalui posko relawan yang sudah dibentuk,” ujarnya.

Sementara itu untuk bantuan sembako kepada masyarakat yang nilainya sebesar Rp22, 5 juta itu sudah dibelanjakan dan sudah disalurkan kepada masyarakat yang ada di kampung tersebut. Total kepala keluarga yang menerima bantuan sembako dari pemerintah sebanyak 80 kepala keluarga disesuaikan dengan kondisi ekonomi warga setempat.

“Total kepala keluarga ada 138 kepala keluarga, namun selebihnya merupakan anggota TNI yang bertugas sehingga tidak kami Salurkan karena mereka termasuk ASN,” tambahnya.[yat]