Sikapi Situasi di Papua, FKUB Kabupaten Jayapura Gelar Konsolidasi Organisasi

72
Suasana Rapat Konsolidasi Organisasi FKUB Kabupaten Jayapura
Suasana Rapat Konsolidasi Organisasi FKUB Kabupaten Jayapura

SENTANI, PapuaSatu.com – Dalam rangka konsolidasi organisasi, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jayapura menggelar rapat konsolidasi di Sekretariat Sub PB PON Kabupaten Jayapura, Hawaii, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (1/10/2020).

Konsolidasi tersebut juga untuk menyikapi perkembangan dan dinamika yang terjadi di Indonesia, dan pengaruhnya terhadap stabilitas keamanan, ketertiban nasional dan juga kerukunan beragama di Papua, khususnya di Bumi Khenambay Umbay.

Ketua FKUB Kabupaten Jayapura, Pdt. Alberth Yoku, S.Th, M.Th, mengungkapkan, rapat tersebut untuk melakukan konsolidasi organisasi, juga membahas bidang agama, pendidikan agama dan keagamaan.

Melalui rapat tersebut diharapkan terjadinya komunikasi dan diskusi yang intensif antara FKUB, dalam rangka sinergitas kegiatan peningkatan dan pengembangan kerukunan umat beragama di Kabupaten Jayapura.

Dengan demikian bisa memberikan manfaat dalam rangka meningkatkan kerukunan antar umat beragama maupun kerukunan sesama umat beragama.

“Saat ini kami sedang berada dalam masa-masa atau terjadinya reorganisasi, maka kami coba untuk melakukan rapat-rapat awal yang bersifat konsolidasi organisasi,” jelas Alberth Yoku ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (2/10/2020) sore.

FKUB Kabupaten Jayapura, kata Alberth, didorong oleh semangat zona integritas kerukunan umat beragama di Kabupaten Jayapura.

“Sehingga harus juga dikampanyekan dan disosialisasikan sampai ke umat di dalam gereja, di masjid, di vihara dan pura,” jelasnya.

Hal itu, menurutnya, harus diajarkan apa maksud dari zona integritas kerukunan umat beragama yang telah dicanangkan di daerah ini,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga berupaya mengajarkan tentang masalah-masalah kebhinekaan dan masalah-masalah kemajemukan, yang ada hubungannya dengan toleransi maupun intoleransi yang selalu menjadi hal-hal yang patut kita waspadai.

“Sehingga kami dari FKUB terus mengkampanyekan kebaikan, perdamaian serta persatuan dan kesatuan dengan tema sentral rukun, rukun dan rukun,” terang Alberth Yoku menambahkan.

Selain itu, kata pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Sinode GKI di Tanah Papua itu menyampaikan, bahwa dalam rapat tersebut pihaknya juga membahas perkembangan dan juga dinamika yang terjadi di Papua dan Kabupaten Jayapura.

“Dalam rapat kemarin itu, juga kita membahas perkembangan dan situasi terakhir di daerah ini seolah-olah di ujung dari perjalanan di tahun 2020 ini ada situasi yang memburuk serta meningkat. Yakni, meninggalnya seorang pendeta dan juga adanya aksi penganiayaan terhadap seorang ustadz (guru) di belakang masjid raya (Masjid Agung Al Aqsha). Nah, hal-hal itu juga kita membahasnya,” beber dia.

“Karena kita pikir apakah kejahatan ini sudah terlalu melebihi akal sehat manusia, sehingga mereka (para pelaku) tidak melihat tugas-tugas dari seorang yang membina umat ini sebagai sesuatu yang sudah tidak punya nilai lagi. Kalau anda mau buat jahat, ya di antara kamu saja yang buat jahat lah. Jangan mengarah ke tokoh agama yang membina keimanan, spiritualitas, ajarkan kedamaian, persatuan dan kebaikan. Jadi kita membahasnya agar makna ini yang akan kita bicarakan terus di masing-masing lembaga agama,” tandasnya.[yat]