Tempat Wisata Ditutup, Warga Depapre Beralih Profesi Jadi Nelayan

189
Kepala Distrik Depapre, Yahya Yerisetouw
Kepala Distrik Depapre, Yahya Yerisetouw

SENTANI, PapuaSatu.com – Sejak dua pekan yang lalu, atas kesepakatan pemerintah kampung bersama pemerintah distrik dan tokoh-tokoh masyarakat yang ada di masing-masing tempat wisata Distrik Depapre, lokasi atau kawasan pariwisata di Distrik Depapre secara resmi sudah ditutup.

“Sejak tanggal 23 semua aktifitas baik pariwisata para nelayan yang biasa malam pergi memancing kita sudah minta hentikan semua, jadi sejak dua minggu lalu tidak ada lagi aktivitas masyarakat baik pariwisata maupun yang sering memancing pada malam hari,” ungkap Kepala Distrik Depapre, Yahya Yerisetouw kepada wartawan di Posko Penanganan Covid 19 Kabupaten Jayapura, Kamis (23/4).

Meskipun ada pembatasan, masyarakat di sana juga masih melakukan aktivitas berkebun dan memancing ikan di siang hari.

Selain itu, bagi warga yang betul-betul terkena dampak, khususnya mereka yang masuk dalam kategori orang dalam pengawasan maupun PDP, maka itu akan diberikan bantuan oleh pemerintah melalui Alokasi Dana Desa yang sudah dianggarkan sesuai dengan juknis yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura.

“Di sana kan sebagian besar itu masyarakat pesisir mereka tetap melaut tapi di siang hari, kalau di malam hari kami minta untuk hentikan selama adanya penyebaran virus ini,” ungkapnya.

Lanjut dia, untuk masyarakat yang selama ini mengelola dunia pariwisata, juga tetap beraktivitas seperti biasa yakni melaut atau memancing ikan di siang hari.

“Jadi memang tidak sepenuhnya berharap dengan bantuan pemerintah karena bantuan yang dikeluarkan ini hanya diutamakan bagi yang benar-benar terkena dampak, tapi kalau yang ada di kampung itu masih bisa melaut dan berkebun yang penting mereka diarahkan untuk tidak boleh lagi ke kota,” tambahnya.[yat]