Untuk Program Penurunan Stunting, Direktorat Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kemenkes RI Kunjungi Dua Puskesmas Sentani

61
Layanan di Posyandu Maleo I, Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur, saat kunjungan Direktorat Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kemenkes RI, Dr. Nida Rohmawati, MPH., bersama Unicef (lembaga urusan kesehatan PBB)
Layanan di Posyandu Maleo I, Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur, saat kunjungan Direktorat Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kemenkes RI, Dr. Nida Rohmawati, MPH., bersama Unicef (lembaga urusan kesehatan PBB)

SENTANI, PapuaSatu.com – Dalam rangka program penurunan stunting akibat kekurangan gizi dalam waktu lama, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Direktorat Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kemenkes RI, Dr. Nida Rohmawati, MPH., bersama Unicef (lembaga urusan kesehatan PBB) melakukan kunjungan lapangan ke Posyandu Maleo I dan Posyandu Harapan, di Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Selasa (29/11).

Program penurunan stunting yang merupaka sebuah kondisi gagal tumbuh, yang cukup banyak terjadi pada anak-anak, saat ini menjadi program prioritas di Kemeterian Kesehatan RI secara nasional.

Terkait kunjungannya, Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kemenkes RI Dr. Nida Rohmawati, MPH., mengungkapkan bahwa hal itu untuk melihat praktik baik yang dilakukan di Kabupaten Jayapura terkait layanan kesehatan anak di Posyandu tersebut.

“Posyandu adalah salah satu wadah di mana kita dapat memantau apakah anak tumbuh dan berkembang atau tidak yang dilaksankan setiap bulannya,” ungkapnya kepada wartawan usai kunjungan.

Hal itu salah satunya adalah untuk mendeteksi stunting mealui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan anak yang sesuai terstandar dan akurat.

Prevalensi stunting di Indonesia sendiri, dari hasil survei status gizi Indonesia tahun 2021 lalu angkanya tercatat sebesar 24,4 persen, dan ditargetkan pada tahun 2024 mendatang untu diturunkan hingga 14 persen.

“Maka itu, pemerintah betul-betul meningkatkan deteksi dini terhadap kondisi-kondisi masalah gizi yang ada pada balita mulai tingkat masyarakat,” jelasnya.[yat]