Wabup Jayapura Sebut Pendidikan Adalah Pondasi Bagi Suatu Bangsa

0
103
Caption : Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro saat memimpin Upacara Peringatan Hardiknas Tahun 2019, di Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (2/5/2019) kemarin pagi
Caption : Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro saat memimpin Upacara Peringatan Hardiknas Tahun 2019, di Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (2/5/2019) kemarin pagi

SENTANI, PapuaSatu.com – Pendidikan adalah salah satu hal yang paling utama untuk membangun bangsa Indonesia,karena pondasi yang kuat bagi suatu Negara adalah ilmu pengetahuan.

Oleh karena itu, di Hari Pendidikan Nasional ini hendaknya dijadikan momentum untuk memperkuat komitmen seluruh Insan pendidikan akan penting dan strategisnya Pendidikan bagi peradaban dan daya saing bangsa.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro kepada wartawan usai menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, Kamis (2/5/2019) kemarin pagi di Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura.

“Bagaimana kita bisa membangun Negara ini kalau kita sama sekali tidak memiliki ilmu. Karena bung Karno dan rekan-rekannya serta seluruh rakyat Indonesia pada masa itu adalah orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan lebih, sehingga mereka berjuang mati-matian untuk mendirikan bangsa ini” sebut orang nomor dua di bumi Kenamabay Umbau ini.

Giri menegaskan bahwa sejarah menjelaskan bahwa masa penjajahan Belanda, pendidikan hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang merupakan keturunan ningrat saja.

Melihat hal itu, lanjut Giri, Raden Mas Soewardi Soerjaningrat berjuang agar dunia pendidikan tidak hanya dapat dirasakan oleh mereka yang keturunan ningrat saja.

Ki Hajar Dewantara dengan nama asli adalah Raden Mas Soewardi Soerjaningrat asal keturunan ningrat Jawa ini kini menjadi sejarah bagi seluruh bangsa di dunia pendidikan. Kehadirannya di massa itu ada perlakuan tidak adil kepada rakyat kecil yang tidak bisa mendapatkan pendidikan.

Oleh karena itu,  Ki Hajar Dewantara merubah namanya dan melepaskan semua embel-embel ningrat yang melekat pada dirinya dan turun untuk mengajar kepada masyarakat pada masa itu. “Makanya sampai saat ini ia dikenal sebagai bapak pendidikan Nasional” papar Giri.

Lebih lanjut disampaikan Giri bahwa dalam perkembangan jaman saat ini para peserta didik sudah lebih mudah untuk mendapatkan bahan pembelajaran.

Sebab itu, ia meminta agar seluruh siswa-siswi yang ada di Kabupaten Jayapura dapat terus belajar, sehingga dapat membantu pemerintah untuk membangun daerah dengan berbagai cara dan ilmu yang didapatkan selama mengikuti pendidikan baik di bangku sekolah ataupun pada perguruan tinggi nantinya.

Meski hujan melanda Kota Sentani dan sekitarnya, namun hal ini tidak menyurutkan antusiasme siswa-siswi SD, SMP dan SMA untuk mengikuti upacara Hari Pendidikan Nasional yang dilaksanakan di Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Kamis (2/5). Upacara yang dilaksanakan sekiranya pukul 10.00 WIT.

Nampak diikuti oleh ratusan peserta didik. Selain para siswa, upacara tersebut diikuti oleh seluruh pimpinan Forkompimda yang ada di Kabupaten Jayapura. [mi/loy]