BKKBN Papua Gelar Rekonsiliasi Stunting Tingkat Provinsi Papua

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua menggelar Rekonsiliasi Stunting Tingkat Provinsi Papua.

Kegiatan tersebut digelar di Hotel Horison Abepura, Kamis (23/6/22) sore dengan dihadiri oleh Satgas Stunting BKKBN yang terdiri dari 29 orang dari 29 Kabupaten/Kota yang sudah bertugas kurang lebih selama 1 bulan sedangkan Satgas Stunting BKKBN di Provinsi Papua terdiri dari 8 orang yang sudah bertugas selama 2 bulan.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Nerius Auparay saat diwawancarai awak media mengatakan kegiatan ini dilakukan guna mengevaluasi hasil kerja dari satgas stunting yang diangkat oleh BKKBN untuk penanganan stunting Papua.

“Satgas ini di 29 kabupaten/kota ini ada, sehingga sampai sejauh mana koordinasi mereka dengan pemerintah daerah dalam penanganan angka prevalensi stunting dari masing-masing kabupaten/kota di Papua, makanya kami kumpulkan mereka,” katanya.

Nerius beberkan, sesuai dengan hasil survey, angka stunting paling tertinggi di Provinsi Papua ada di Kabupaten Pegunungan Bintang kurang lebih 55 persen. Sedangkan angka stunting yang paling rendah ada di Kabupaten Nabire.

“Kendalanya tentu saja karena letak geografis. Belum tentu tempat-tempat layanan kesehatan dapat dijangkau dengan mudah oleh masyarakat karena banyak masyarakat kita di Papua ini jangkauan ke layanan kesehatan itu jauh,” beber Nerius.

Selain itu, tenaga layanan kesehatan yang terbatas pun menjadi kendala lainnya. “Belum tentu setiap saat tenaga kesehatan bisa mengunjungi semua keluarga-keluarga yang membutuhkan layanan,” ungkapnya.

Maka, Nerius berharap program-program yang ada dapat diupayakan untuk didekatkan kepada masyarakat sehingga masyarakat bisa mendapat pelayanan pemerintah daerah. “Ya, tak hanya itu, ada teman-teman satgas juga dan tim pendamping keluarga yang ada di masing-masing kabupaten/kota yang beresiko stunting atau yang merupakan sasaran untuk mendapat pelayanan.

Sementara itu, Moch. Sodiq mengatakan, tugas satgas adalah sebagai sekoci untuk menurunkan angka stunting di Papua. Hal utama yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan tim PBS yang ada di Provinsi untuk mendukung kegiatan dalam rangka penurunan stunting.

“Kami juga mendukung kepada BAPPEDA, Dinas Kesehatan dan OPD-OPD yang lain terhadap pelaksanaan percepatan penurunan stunting di Papua,” ujarnya.

Selanjutnya, tim satgas juga harus terus melakukan evaluasi terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan guna menurunkan angka stunting.

“Kami juga dibantu oleh Technical Assistance (TA) yang berada di masing-masing 29 Kabupaten/Kota,” tutup Sodiq. [ayu]