Swab Anti Gen Tidak Bisa Digunakan Untuk Hasil Diagnosis

Caption : Kepala Seksi Mutu dan Rujukan Balai Laboraturium Kesehatan, Baiq Sunarniati saat memberikan keterangan kepada awak media
Caption : Kepala Seksi Mutu dan Rujukan Balai Laboraturium Kesehatan, Baiq Sunarniati saat memberikan keterangan kepada awak media

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Swab anti gen kini hadir ditengah-tengah masyarakat. Pemeriksaan yang dilakukan dengan mengambil swab sebagai sample covidnya lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan secara rapid atau cepat.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) tubercle bacillius (tb) dan malaria Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Beeri Wopari mengatakan swab anti gen itu adalah suatu pemeriksaan seperti rapid atau tes cepat untuk bisa mengetahui ada tidaknya anti gen atau virus covid-19.

“Ini hal yang baru karena kita punya yang dulu itu rapid tes anti body. Teknis pemeriksaannya kita pake swab untuk mendapatkan sample covidnya, lalu dilakukan rapid tes,” katanya kepada awak media di Hotel Horizon Kotaraja, Rabu (18/11).

Ia menjelaskan hasil yang dikeluarkan itu reaktif dan non reaktif. “Rapid ini hanya bersifat kualitatif, sifat rapid begitu hanya mendeteksi virus yang bereaksi atau tidak tetapi untuk penegakan diagnosa tetap harus Polymerase Chain Reaction (PCR) karena PCR bukan hanya melihat virus, tapi kita lihat copy virus atau jumlah virus yang ada didalam tubuh,” jelasnya.

Senada dengan itu, Kepala Seksi Mutu dan Rujukan Balai Laboraturium Kesehatan, Baiq Sunarniati mengungkapkan bila tes swab anti gen reaktif, wajib melanjutkan PCR. “Swab anti gen itu kalau reaktif harus lanjutkan dengan PCR. Hasil swab anti gen tidak bisa digunakan untuk diagnosis, jadi kalau dia reaktif harus lanjutkan ke PCR,” ungkapnya.

Namun sekarang muncul pertanyaan kenapa ada hasil swab anti gen yang positif atau negatif, maka itu pihaknya akan himbau ke laboraturium-laboraturium yang memeriksa agar harusnya tidak menulis hasil positif atau negatif tetapi reaktif dan non reaktif.

“Akan kami himbau. Untuk saat ini hanya rumah sakit dan laboraturium swasta saja yang sudah menggunakan swab anti gen, puskesmas belum ada. Sedangkan di Balai Laboraturium Kesehatan di Dok II ssbelum rumah sakit, untuk masyarakat gratis tetapi diutamakan yang sudah melakukan kontak erat dengan terjangkit corona,” tutupnya. [ayu]