Tekan Penyebaran Covid-19, Lakerpa Bagi Masker Selama 3 Hari Di Keerom

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Guna menekan angka penyebaran Covid-19, Lembaga Kesehatan Rakyat Papua (LAKERPA) menggelar aksi bagi-bagi masker gratis kepada para pengguna jalan di Kabupaten Keerom.

Aksi tersebut dilakukan selama 3 hari berturut-turut yakni 15 Oktober 2020 hingga 17 Oktober 2020 dengan melibatkan puluhan pelajar dan mahasiswa dari Kota Jayapura ini sekaligus mengajak masyarakat Arso di Kabupaten Keerom untuk mentaati 3M sebagai protokol kesehatan yang harus dipenuhi yaitu memakai masker, menjaga jarak dan hindari kerumunan, dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.

“Berdasarkan data Satgas COVID-19 Provinsi Papua per 16 Oktober 2020, jumlah kasus corona menembus angka 8.314 kasus dimana 121 kasus di antaranya terjadi di Kabupaten Keerom dengan rincian 36 pasien sedang dirawat, 83 dinyatakan sembuh dan dua orang meninggal dunia,” kata Ketua Panitia Aksi, Alexander Krisifu, Sabtu (17/10).

Maka, Alex akui, hal tersebut membuat LAKERPA merasa terpanggil untuk menggelar aksi sosialisasi yang dikemas dalam kegiatan pembagian masker, brosur dan pemasangan baliho di sejumlah titik di Kota Arso.

“COVID-19 di Keerom menjadi perhatian LAKERPA dan semua pihak, baik pemerintah kabupaten, provinsi dan mitra kerja organisasi/LSM untuk bersama sama melakukan sosialisasi dan edukasi dengan gencar kepada warga masyarakat agar resiko penyebaran tidak meluas. Sebab, wilayah Keerom penduduknya memiliki tingkat mobilisasi sangat tinggi ke Kota Jayapura yang menjadi wilayah terparah COVID-19 dengan kasus sudah mencapai empat ribuan lebih,” akunya.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat Keerom akan pentingnya mematuhi 3M sebagai senjata melawan dan mencegah COVID-19.

“Lakerpa berharap masyarakat Keroom patuh dan taat menjalankan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah. Sebagai mitra kerja kami merasa terpanggil untuk membantu Pemerintah Kabupaten Keerom melakukan upaya pencegahan penyebaran COVID-19 dengan menambah wawasan berpikir masyarakat akan bahaya yang harus dicegah,” beber Alex.

Sementara itu, Sekretaris LAKERPA Papua, Freddy Mambrasar menyebutkan kegiatan yang melibatkan kalangan mahasiswa dan pelajar ini juga sebagai upaya membangun kepedulian di kalangan kelompok milenial akan bahaya COVID-19 di Papua.

“Semangat milenial mereka ini kita jadikan energi untuk mentransfer nilai-nilai edukasi tentang ‘New Normal Life’ yang harus dijalani masyarakat. Pelajar dan mahasiswa harus menjadi agen perubahan, menjadi contoh bagi masyarakat dengan perilaku hidup baru di era normal baru dengan wajib mematuhi 3 M itu,” tukasnya. [ayu]