Dandim Puncak Jaya Resmi Menerima Senpi dan Ikrar Kembalinya KSB ke Ibu Pertiwi

0
161

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Dandim 1714/PJ Letkol INF Agus Sunaryo bersama Kapolres AKBP Mikael Saradal, secara resmi menerima Senjata api Pistol jenis Baretta (buatan Italia) milik KSB Tendison Enumbi, dari Bupati Puncak Jaya,  di Lapangan Alun-alun Roh Kudus, Jln. Drs Philipus Andreas Coem Distrik Pagaleme Kabupaten Puncak Jaya, Senin (22/06/2020).

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Cpl Eko Daryanto mengungkapkan, penerimaan senjata diawali penyerahan dari perwakilan Kelompok Sipil Bersenjata (KSB) kepada Bupati Puncak Jaya yang disaksikan seluruh ASN dan TNI/Polri, Instansi Vertikal,Tokoh Masyarakat, dan Ormas Kabupaten Puncakjaya sekaligus penyerahan Senjata api Pistol jenis Baretta(buatan Italia) milik KSB Tendison Enumbi, pada Senin (22/06/2020).

“Kami berterimakasih kepada Tendison Enumbi yang merupakan salah satu Kelompok Separatis Bersenjata yang selama berbeda paham, kembali ke pangkuan ibu pertiwi dengan menyampaikan ikrar serta penyerhan Senjata Api,” ujarnya.

Menurut Kapendam,  penyerahan senjata ini karena upaya pendekatan kekeluargaan yang dilakukan oleh Dandim 1714/PJ kepada saudara Tendison Enumbi sehingga dirinya dengan sukarela menyerahkan senjata tersebut dan kembali ke NKRI.

Sebelumnya, Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda, dalam sambutannya mengatakan, senjata yang diserahkan Tendison Enumbi merupakan kesadaran diri sendiri, sehingga menyerahkan senjata api kepada Negara.

“Ini merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah, TNI dan Polri dengan melakukan pendekatan dan komunikasi yang kita bangun selama ini sehingga masyarakat dapat membangun kepercayaan kepada Pemerintah” tambah Bupati.

Bupati Puncak Jaya mengatakan, bahwa di bawah tiang bendera merah putih sudah 2 kali acara seperti ini di laksanakan dengan kesadaran masyarakat, ini membuktikan bahwa masyarakat puncak jaya taat kepada hukum.

“Saya selaku Bupati Puncak Jaya mengucapkan terimakasih kepada adik kita Tendison Enumbi yang telah menyerahkan senjata miliknya dan kembali ke pangkuan NKRI,”tambah Bupati Yuni yang hari kemarin juga genap berusia 45 tahun.

Oleh karena itu, Bupati mengajak seluruh masyarakat di Papua khususnya Puncak Jaya bahwa Tanggungjawab untuk menjaga keamanan di Kabupaten Puncak Jaya bukan hanya tanggungjawab TNI/Polri, tapi seluruh masyarakat yang berada di Kabupaten Puncak Jaya.

“Saya juga mengajak kepada teman-teman KSB untuk kembali kepangkuan NKRI kami siap akan memberikan pekerjaan kepada mereka apabila menyerahkan diri,” ujarnya.

Dandim 1714/PJ Letkol Inf. Agus Sunaryo menyampaikan bahwa penyerahan Senpi ini adalah hal yang sangat luar biasa. Dimana  kejadian ini buka serta -merta diserahkan begitu saja, namun telah melalui proses panjang yakni pendekatan dan penggalangan kepada sdr. Tendison.

“Dasar itulah sehingga yang bersangkutan terus melakukan komunikasi kepada kami, kemudian kami mengajak untuk menyerahkan senjata. Tendison juga sempat menyampaikan bahwa dirinya ingin kembali ke jalan yg benar dan hidup normal,” ungkap Dandim.

Perlu diketahui bahwa penyerahan senjata api ini merupakan kejadian kedua kali yaitu pertama yg dilakukan oleh Telangga Gire (Mantan KSB Tingginambut) dan kedua dilakukan Tendison Enumbi (kelompok KSB Wilayah Mewuluk yang menyerahkan Diri) dengan menyerahkan satu pucuk senjata Api jenis Baretta (buatan Italia) Kal.9 × 9 mm kepada Bupati Puncak Jaya dan hari ini diserahkan kepada aparat TNI&Polri. [redaksi]