Persit Koorcabrem 172 Pulihkan Trauma Anak-anak Korban Kerusuhan Wamena

0
33
Caption : Ketua Persit Koorcabrem 172 Ny. Dewi Binsar Sianipar , saat mengajak bernyanyi dengan anak-anak di tempat pengungsian Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XVIII Jayapura, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Senin (7/10).
Caption : Ketua Persit Koorcabrem 172 Ny. Dewi Binsar Sianipar , saat mengajak bernyanyi dengan anak-anak di tempat pengungsian Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XVIII Jayapura, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Senin (7/10).

JAYAPURA, PapuaSatu.com –  Ketua Persit Koorcabrem 172 Ny. Dewi Binsar Sianipar  didampingi pengurus melaksanakan bakti sosial dengan memberikan berbagai bantuan sebagai wujud kepedulian dan keprihatinan antar sesama serta menggelar pemulihan trauma kepada anak-anak.

Keceriaan dan senyuman kembali terjadi bagi anak-anak ketika diajak bermain dan dibagikan buku oleh Ketua Persit Koorcabrem 172 Ny. Dewi Binsar Sianipar di tempat pengungsian Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XVIII Jayapura, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Senin (7/10).

Dewi Binsar Sianipar dalam keterangan persnya, menyebutkan, berbagai cara dan pendekatan dilakukan oleh persit Koorcabrem 172 untuk mengembalikan keceriaan dan senyuman anak-anak pengungsi, seperti salah satunya dengan membagikan buku bacaan, mengajak anak-anak bermain dan benyanyi bersama.

Sebelumnya, kata Dewi,  sejak pagi pihaknya menerima sumbangan buku bacaan dari Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjahjanto,  yang diserahkan secara simbolis oleh Ketua Dharma Pertiwi Daerah “H” Ny. Mudi Herman Asaribab.

Pemberian buku bacaan tersebut sebagai upaya Ketua Umum Dharma Pertiwi dalam meningkatkan literasi generasi muda Papua tercinta.

“Buku yang kami terima cukup banyak, mulai dari tingkat TK hingga SMA. Untuk itu, segera kami salurkan, seperti saat ini kita berikan kepada anak-anak pengungsi korban kerusuhan Wamena, juga nantinya akan kita berikan kepada sekolah-sekolah”, katanya.

Pada kegiatan bakti sosial ini, persit Koorcabrem 172 bersama dengan guru-guru TK Kartika-VI Waena memberikan berbagai hiburan kepada anak-anak pengungsi.

“Seperti yang terlihat, kami juga mengajak guru-guru TK Kartika-VI Waena dengan tujuan anak-anak bisa terhibur layaknya mereka belajar di sekolah. Kita lakukan semua yang kami bisa, seperti mengajak bernyanyi, cerita, menggambar dan beberapa permainan edukatif”, ujarnya.

Sedangkan kepada ibu-ibu, kami mengajak berbicara dan diskusi kelompok”, ungkapnya. Kami juga berharap warga tetap memiliki semangat dan mental yang kuat dalam menghadapi cobaan ini. [ist/loy]