Sebagai Anak Angkat Suku Tabi, Menhan Ingin Papua Lebih Baik Kedepannya

0
48
Prosesi pengangkatan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu sebagai anak angkat adat Tabi di Klimbay Batas Kota Pinggir Danau Sentani Jln. Raya Sentani, Kelurahan Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, oleh Ramses Ohee selaku Kepala Suku Besar Waena yang juga tokoh pejuang Pepera 1969 bersama para ondofolo adat Tabi, Kamis (10/10/19)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Satu pesan penting diberikan Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Jenderal TNI (Purn) Riyamizard Ryacudu, setelah resmi diangkat sebagai anak angkat suku Tabi pada Kamis (10/10/19).

Yaitu, sudah saatnya melakukan musyarawah untuk bagaimana baiknya Papua kedepan.

Yang mana, pengangkatan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu dilaksanakan di Klimbay Batas Kota Pinggir Danau Sentani Jln. Raya Sentani, Kelurahan Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, oleh Kepala Suku Besar Waena, Ramses Ohee, yang juga tokoh pejuang Pepera 1969 bersama para ondofolo adat Tabi.

Dengan pengangkatannya sebagai anak angkat adat Tabi, maka kata Ramses Ohee, secara resmiJendral TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu (Menhan RI) telah menjadi bagian anak adat suku Tabi.

Hal itu disampaikan Ramses Ohee secara langsung setelah menyematkan pernak pernik pakaian adat suku Tabi.

“Hari ini menjadi saksi oleh anak cucu kami, bapak kami angkat menjadi anak suku adat Tabi,” tutur Ramses Ohee.

Kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan buku sejarah Pepera kepada Ryamizard Ryacudu dan pembacaan ikrar oleh Satgas Pemuda Tabi, tentang kesetiaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan siap menjaga Tanah Tabi untuk menjaga keamanan dan memajukan Papua.

Di kesempatan tersebut, Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu mengungkapan kehadirannya bersama rombongab, yakni juga dalam rangka menyapa masyarakat di tujuh wilayah adat di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

“Bahwa dengan bertemu perwakilan masyarakat adat Papua dan Papua Barat, agar dapat menciptakan Papua dapat tenang ke depannya,” ujar Menhan Ryamizard.

“Kita kumpul tadi bersama-sama dengan tokoh adat untuk bagaimana menciptakan Papua ini tenang. Tadi melaksanakan perintah dari Tuhan kasih sayang,” sambungnya.

Menurut Ryamizard, Papua sudah bertahun-tahun diamankan dengan pasukan bersenjata. Kini, kata Ryamizard, sudah saatnya melakukan musyarawah untuk bagaimana baiknya Papua ke depan.

“Kita sudah bertahun-tahun bagaimana mengamankan Papua dan lain-lain dengan bersenjata, kekerasan, saya raya sudah waktunya kita melakukan kegiatan untuk bersama-sama, berkoordinasi, bersilaturahmi, bermursyawarah untuk mufakat bagaimana baiknya negara ini, bagaimana baiknya Papua ini,” ucapnya.

Setelah pengukuhan selesai, Menhan bersama rombongan berkesempatan mengunjungi dan memberikan bantuan sosial ke beberapa lokasi yang digunakan sebagai tempat mengungsi oleh masyarakat korban kerusuhan di Wamena dan Ilaga.[yat]