Dinas TPH Bakal Kembangkan Tanaman Ekonomis di Distrik Ebungfau

599

Caption Foto : Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Kabupaten Jayapura, Adolf Yokhu, SP, MM saat berdiskusi dengan Kepala Seksi Produksi. Yolanda Sawor dan PPL distrik Ebungfau, Hesty Felle terkait rencana penanaman serentak kacang tanah dan kacang hijau, di ruang kerjanya, Jumaat (24/11). (YanPiet/PapuaSatu.com)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Dinas Tanaman Pangan Holtikultura (TPH) Kabupaten Jayapura bakal kembangkan tanaman bernilai ekonomis di sejumlah kampung di Distrik Ebungfau Kabupaten Jayapura. Hal ini dimaksudkan meningkatkan penghasilan petani guna membiayai kebutuhan keluarga sehari-hari.

Tanaman potensial yang layak dikembangkan sesuai  kondisi lahan di Ebunfau adalah Tanaman Kacang Tanah dan Kacang Hijau. Sebagai langkah awal Dinas TPH berencana menanam kacang tanah dan kacang hijau seluas 10 hektar.di Kampung Putali.

Rencana penanaman tersebut di laporkan langsung oleh penyuluh lapangan, Herlin Felle dan Kepala Seksi Produksi Dinas TPH, Yolanda Sawor kepada Kepala Dinas TPH Kabupaten Jayapura, Adolf Yokhu, SP, M.Si di ruang kerjanya, Jumaat (24/11) siang.

Kepala Dinas TPH Kbupaten Jayapura dalam arahannya, menyampaikan supaya penyuluh dan kepala seksi di dampingi kepala bidan hendaknya selalu aktif mendampingi petani sehingga pola pertanian dari tradisionl ke pola pertanian ekonomis.

Dirinya menyambut baik rencana penanaman serentak tanaman kacang tanah dan kacang hijau di Kampung Putali Distrik Ebungfau seluas 10 hektar oleh tiga kelompok yakni, kelompok Holoba, kelompok Apuse dan kelompok Gambarai.

“Penaman serentak tersebut adalah bagian dari upaya kami untuk meningkatkan pola bercocok tanaman yang memiliki nilai ekonomis yang di kerjakan secara komperhensif oleh para petani yang tergabung dalam kelompok tani,” ujar Kadis Yokhu.

Ditambahkan, penamana tanaman kacang tanah dan kacang hijau bukan baru pertama kali mau di tanaman di Ebungfau tetapi sebelumnya Dinas Tanamana Pangan dan Holtikultura telah kembangakan di sejumlah petani di Distrii Kemtuk, Kemtuk Gresi, Namblon dqn Nimboran.

“Kami telah bekerjasama secara baik dengan para pihak di Kampung Putali seperti pihak adat dan pemerintah untuk pengembangan tanamana kacang sebagai modal peningkatan ekonomi warga,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Kepala Seksi Produksi Dinas TPH kabupatan Jayayapura, Yolanda Sawor menandaskan, animo petani dari sejumlah kampung di Distrik Ebungfau sangat tinggi untuk bertani kacang tanah dan kacang hijau.

Sawor menjelaskan, untuk meningkatkan minat dari para petani, pihaknya telah dzn selalu menyediakan bibit untuk di tanami petani. Bibit yang disiapkan tentunya bibit unggul yang telah lolos kualifikasi yang sudah di tentukan oleh balai benih.

“Jenis kacang tanah yang akan di tanam adalah varietas kelinci dan kacang hijau varietas merpati. Kedua jenis bibit yang telah di rekomendasikan balai benih untuk di tanam di Kampung Putali Distrik Ebungfau,” tukasnya.

Sementara itu, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Distrik Ebungfau, Hesty Felle memaparkan, bahwa rata-rata warga masyarakat yang mendiami dataran Hansambe Kampung Putali adalah petani hanya saja selama ini pola pertaniannya bersifat tradisional.

“Begitu masuk program Pemerintah Kabupatan Jayapura melalui Dinas TPH untuk bertani secara berkelompok dengan pola pertanian modern bernilai ekonomis, respon petani sangat antusias dan merespon dengan cepat,” tandas Felle

Hesty menambahkan dari aspek ketersediaan lahan sangat luas untuk pengembangan komoditi pertanian lainnya, seperti padi dan jagung. Hanya saja kini fokus pada tanaman kacang tanah dan kacang panjang. (piet/ds)