Dinkes dan KKP Jayapura Berkomitmen Tangani Pasien Rujukan Dari Pedalaman Papua

1939

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua dan Kantor Kesehatan Pelabuhan menjalin bekerjasama untuk menangani pasien rujukan yang memiliki Kartu Papua Sehat (KPS) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari daerah-daerah terisolir di Papua.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsii Papua, drg. Aloysius Giyai. Foto : Arie Bagus/PapuaSatu.com

“Dalam rapat antara Dinkes dan KKP Jayapura tadi, kami sudah berkomitmen untuk melakukan kolaborasi dan singkronisasi terutama soal rujukan pasien dari daerah” tutur Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aloysius Giyai kepada wartawan, Kamis (02/11/2017).

Komitmen tersebut disepakati kedua pihak dalam acara ‘Sosialisasi Gangguan Indera dan Fungsional Dalam Rangka Jejaring Surveilans di Pelabuhan Laut dan Bandara’ yang digelar di Grand Abe Hotel, Kota Jayapura.

Diharapkannya, KKP Jayapura dapat membantu pasien rujukan terutama kepada pasien yang mengantogi Kartu Papua Sehat (KPS) dan BPJS Kesehatan.

“Kerja sama ini adalah, kalau ada pasien rujukan yang tiba di pelabuhan atau bandara, KKP Jayapura akan antar pasien itu ke rumah sakit yang dituju, dan itu saya pikir sangar luar biasa” tutunya.

Karena menurutnya selama ini hal ini sering menjadi masalah bagi keluarga dari pasien yang dirujuk.

Dirjen Pencegahan dan Penegndalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. H.M Subuh. Foto : Arie Bagus/PapuaSatu.com

Dalam acara tersbut, KKP Jayapura juga menghadirkan Direktur Jenderal Pencegahan dan Penegndalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. H.M Subuh beserta jajaranya mengangkat masalah mata dan pendengaran dalam topic bahasan dalam sosialisasi tersebut.

“Kita berikan apresiasi tertinggi dan juga ucapan terima kasih kepada penyelenggara koordinasi dan sosialisasi ini. Selama ini memang belum terekspos tetapi dari data Kementerian Kesehatan selain penyakit mata yang cukup tinggi di Papua juga ada banyak penyakit tidak menular” ungkap Subuh.

Ditambahkannya, dengan perkembangan teknologi dan modernisasi saat ini telah banyak makanan yang didominisasi dengan lemak dann menurutnya makanan seperti itu adalah penyebab munculnya penyakit tidak menular. (Abe)