
JAYAPURA, PapuaSatu.com – DPR Papua mengunjungi para tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi korban TPNPB-OPM yang terjadi di distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), Sabtu (18/9/21).
Para nakes tersebut berjumlah 5 orang dan kini tengah menjalani perawatan secara intensif di Rumah Sakit TK II Marthen Indey Jayapura.
Anggota Komisi V DPR Papua, Tarius Mul, S.Sos didampingi Anggota Komisi III DPR Papua, Ir. H. Junaidi Rahim, IAI dan Anggota Komisi II DPR Papua, Muhammad Darwis Massi, SE serta Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Pegubin, Daud Wasini, SKM.
Selain mengunjungi para nakes, anggota DPR Papua juga menyerahkan bantuan uang tunai sebagai bentuk kepedulian terhadap para nakes korban TPNPB-OPM.
Anggota Komisi V DPR Papua, Tarius Mul, S.Sos menyampaikan turut prihatin atas kejadian yang menimpa para nakes di distrik Kiwirok. “Saya mewakili dari daerah Pegubin yang duduk dikursi dewan Provinsi mau sampaikan turut prihatin, apapun yang terjadi itu tanggung jawab kita bersama,” katanya pada awak media.
Tarius sebagai anak asli Pegubin menyayangkan karena kejadian seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya di Pegubin. “Ini tidak terjadi seperti biasanya, baru kali ini terjadi dan tidak tahu arah masalahnya kemana. Saya harap masalah seperti ini tidak terulang lagi kedepannya,” ujar Tarius.
Tarius ungkapkan, dari hasil kunjangannya, para nakes sampaikan bahwa kericuhan tersebut disebabkan oleh kejadian penangkapan YO dan KO di Batom. “Tadi kami dengar sendiri dari nakes yang sedang dirawat,” imbuhnya.
Ia meminta agar pemerintah daerah Pegubin bersama steakholder untuk fokus menangani masalah ini secepatnya. “Pemda silahkan ambil langkah-langkah yang terpenting ada jaminan-jaminan keselamatan dan keamanan bagi nakes. Tenaga kesehatan itu paling penting bagi kita bersama jadi harus jaga mereka disana,” pinta Tarius.
Dikesempatan yang sama, Anggota Komisi III DPR Papua, Ir. H. Junaidi Rahim, IAI mengatakan pihak keamanan harus serius menyikapi hal ini dan membuat langkah konkrit untuk pengamanan di Pegubin. “Harus ada upaya untuk memberi pengamanan yang nyata kepada masyarakat. Selama itu belum ada, kami dari dewan menghimbau nakes atau masyarakat tidak usah kembali dulu kesana,” katanya.
Junaidi meminta dengan tegas agar pemerintah harus segera selesaikan ini agar tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban. “Persoalan ini bukan baru terjadi di Pegubin, didaerah lain juga. Ini sudah saatnya harus ada trobosan baru dalam penanganan masyarakat,” tandas Junaidi.
Ia berharap, Bupati Pegubin bersama forkopinda harus segera bertindak bersama TNI/Polri untuk menangkap semua orang-orang yang membuat rusuh di Pegubin. “Buat posko-posko keamanan pada semua objek-objek vital. Lalu tambah personil dan semua harus diintegrasikan bukan hanya TNI/Polri saja tetapi Pemda juga. Dari Dinas Kesehatan sudah sangat bagus, tapi saya minta harus konsen menangani sampai sembuh,” harapnya.
Sementara itu, salah satu nakes korban TPNPB-OPM di Kiwirok, Emanuel Abi menyampaikan terima kasih atas kunjungan DPR Papua untuk menjenguknya dan rekan-rekannya.
Ia juga menyampaikan harapannya kepada para dewan bahwa sebagai nakes yang mengemban tugas mulia, pihaknya hanya meminta jaminan keamanan. “Harapan saya, semoga kami para nakes diperhatikan keamanannya, karena tujuan kami kesana hanya pelayanan, tidak ada maksud apa-apa. Seharusnya kalau ada informasi, kami cepat-cepat diberitahu dan dijemput, jangan sampai sudah ricuh baru kami dijemput,” tutupnya. [ayu]










